Makna Sejarah dalam Peringatan Hari Gizi dan Makanan Nasional di Indonesia (25 Januari 2017)

Author: | Posted in Sejarah No comments

Sejarah dan Makna Hari Gizi dan Makanan Nasional Indonesia – Halo sobat rindu. Bagaimana kabar kalian hari ini, sehat bukan? Bicara tentang kesehatan, bulan Januari ini adalah bulan yang tepat untuk membahasnya nih.

Kenapa?

Karena pada bulan ini kita akan kedatangan “Hari Gizi dan Makanan” Nasional dimana dibalik hari tersebut banyak proses perjuangan para ahli gizi dan pakar makanan dan kesehatan Indonesia yang berjuang keras untuk memperbaiki kondisi kesehatan masyarakat Indonesia ini.

hari gizi dan makanan indonesia

imgur.net

Nah, saya disini akan bercerita sedikit tentang lahirnya “Hari Gizi dan Makanan” Nasional yang sebentar lagi pada tanggal 25 Januari 2017 akan kita peringati bersama. Simak selengkapnya yuk!

Sejarah Hari Gizi dan Makanan Nasional

Gizi sebenarnya berasal dari kata serapan bahasa arab gizzah yang mempunyai arti makanan sehat. Dan seberapa pentingnya gizi sampai saat ini adalah satu agenda terbesar di Indonesia dalam hal perbaikannya. Karena ini pula muncul slogan “Empat Sehat Lima Sempurna” yang sering kita dengar.

Dan persoalan gizi sebenarnya sudah diperkenalkan sejak lama oleh Bapak Gizi Nasional Indonesia kita yaitu Prof. Poerwo Soedarmo dari sejak awal kemerdekaan. Karena gizi memang sangat penting dalam kehidupan kita sebagai masyarakat yang berbangsa dan bernegara.

Pada saat awal kemerdekaan, kondisi gizi masyarakat Indonesia memang tidak terlalu baik. Oleh karena itu, Menteri Kesehatai RI saat itu, J. Leimena meminta Prof. Poerwo untuk mengepalai Lembaga Makanan Rakyat atau LMR yang pada saat itu bernama Institut Voor Volksvoeding (IVV) yang merupakan lembaga penelitian kesehatan agar bisa mengatasi permasalahan gizi masyarakat Indonesia.

READ  Pengertian, Sejarah, dan Cara Cepat Belajar Sandi Bendera Semaphore Pramuka

Itu karena kondisimasyarakat Indonesia yang bisa dibilang berada di dalam area kemiskinan dan kurangnya kesadaran akan makanan sehat sehingga kondisi kesehatan masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan dan terbelakang.

Melihat kondisi tersebut, Poerwo melaksanakan beberapa program untuk mengatasi hal tersebut. Prioritas pertama dan utama pada saat itu adalah untuk menumbuhkan kesadaran serta pendidikan akan pentingnya gizi yang sehat pada masyarakat.

Namun karena kondisi masyarakat Indonesia yang pada saat itu rata rata masih buta aksara dan kurang mampu. Beliau membentuk kader-kader pendidikan gizi dimana nantinya mereka yang akan langsung berinteraksi dengan masyarakat yaitu dengan cara mendirikan Sekolah SDPM (Djuru Penerang Makanan) pada tahun 25 Januari 1951.

Kegiatan yang dilakukan adalah memberikan pendidikan mengenai pentingnya gizi bagi tubuh dan kesehatan, selain itu mereka juga mereka melakukan penelitian terhadap pola makan dan penyakit yang berhubungan dengan makanan pada masyarakat.

Setelah SDPM didirikan, tak lama kemudian juga turut berdiri beberapa sekolah-sekolah tentang gizi dan kesehatan seperti misalnya APN (Akademi Pendidikan Ntrisionis) tahun 1956 dimana sekolah tersebut beralih nama menjadi Akademi Gizi setelah Poerwo meminta masukan tentang nama dari ahli bahasa, Harjati Soebadio, agar mempunyai nama yang mencirikan kultur Indonesia.

Sejak mulai saat itu, istilah gizi menjadi sangat popular terutama setelah pengukuhan Profesor Djuned D. Poesponegoro yang menjadi guru besar penyakit anak pada FKUI. Sedangkan Poerwo sendiri ditetapkan menjadi Guru Besar ilmu Gizi pada tahun 1958.

Mulai saat itulah pendidikan pergizian Indonesia terus berkembang termasuk salah satunya pendirian bagian gizi di Fakultas Kedokteran UI (Universitas Indonesia) tahun 1958.

Dan sampai saat ini pun, banyak lahir organisasi-organisasi di bidang gizi seperti contohnya Persagi (Persatuan Ahli Gizi Indonesia), PDGMI (Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia).

READ  Sejarah dan Peringatan Dibalik Hari Guru Nasional (2016)

Nah, pada tahun 1960-an. LMR (Lembaga Makanan Rakyat) memperingati tentang dimulainya pengkaderan tenaga gizi di Indonesia serta berdirinya Sekolah Juru Penerang Makanan pada tanggal 25 Januari 1951 pada 10 tahun sebelumnya.

Lalu kemudian acara tersebut dilanjutkan kembali oleh Direktorat Gizi Indonesia pada tahun 1970-an sampai sekarang.

Makna Hari Gizi dan Makanan Indonesia

 

Tak hanya asal memperingati saja. Terdapat makna yang sangat penting juga mendalam di setiap peringatan Hari Gizi Nasional di setiap tahunnya. Dimana kita sebagai masyarakat Indonesia akan selalu dingatkan bahwa betapa pentingnya kebutuhan gizi untuk kesehatan serta kecerdasan dalam menunjang pertumbuhan tubuh dan jiwa kita sebagai manusia.

Seperti yang kita ketahui, gizi merupakan kumpulan zat penting yang ada pada makanan erupa mineral, protein, vitamin, lemak, karbohidrat dan juga air. Dimana zat zat tersebut sangat dibutuhkan oleh tubuh kita terutama oleh balita dan anak-anak yang masih memulai untuk menapaki dunia ini.

Maka dari itulah di hari Gizi dan Makanan Nasional Indonesia ini, marilah kita berupaya memperbarui dan lebih memperbaiki diri lagi tentang kebutuhan kita dan saudara-saudara sekitar kita akan pentingnya makanan yang mempunyai gizi yang tinggi.

Marilah kita sadar dan berusaha saling melengkapi untuk memenuhi kebutuhan makanan bergizi bagi tubuh kita serta beberapa saudara Indonesia kita diluar sana yang membutuhkan bantuan dalam pemenuhan mereka akan makanan bergizi.

Itulah awal mulanya hari Gizi dan Makanan Nasional serta makna yang terkandung di dalam perayaan Hari Gizi Nasional Indonesia di tetapkan yaitu pada tanggal 25 Januari. Dan pada tahun 2017 ini, hari Gizi dan Makanan Indonesia pada hari Rabu.

Saya sebagai admin obatrindu juga turut mengucapkan selamat merayakan Hari Gizi dan Makanan Nasional 2017 ya. Semoga kondisi gizi, makanan, serta kesehatan masyarakat Indonesia kedepannya bisa semakin lebih baik. ^_^

READ  Info Gempa 6,2 SR Guncang Daerah Malang, Lumajang, dan Sekitarnya

 

 

No Responses

Add Your Comment

403 Forbidden

403 Forbidden


nginx
%d bloggers like this: