Cara Mudah Membaca Puisi dengan baik dan Benar

Cara Membaca Puisi yang Baik dan Benar – Apa itu puisi? Bagaimana cara membaca puisi yang baik dan benar?

Sebelum kamu lanjutkan membaca artikel ini, alangkah baiknya kamu juga membaca pengertian tentang puisi yang sebelumnya saya ulas secara lengkap.

Puisi itu sangat salah satu karya sastra yang cukup indah dan mempunyai makna di setiap katanya.

Jadi saat membacanya tidak hanya diperlukan skill membaca saja, tetapi mengetahui makna yang terkandung di dalam puisi juga sangat diperlukan agar saat membaca puisi, selain keindahan puisi tersalurkan juga makna yang terkandung akan tersampaikan terhadap para pendengar.

Oleh karena itu saya disini akan memberikan beberapa panduan kepada pembaca agar bisa memahami dan benar dalam menyampaikan saat membaca teks puisi.

Teknik dan Cara Membaca Puisi yang Baik dan Benar

pengertian puisi, makna puisi, unsur puisi, macam-macam puisi

Membaca puisi tidak sama dengan membaca buku, majalah, atau kabar berita. Namun pada dasarnya sama dengan mengkonkretkan puisi kedalam sebuah bentuk audio maupun visual. Cara membaca seperti ini disebut deklamasi.
Deklamasi biasanya akan melibatkan beberapa unsur seperti unsur pembaca, pendengar, juga puisi yang sedang dibaca. Pembaca mempunyai peran yang cukup berpengaruh dalam menghidupkan estetika puisi agar audio yang keluar bisa dinikmati oleh pendengar.
Oleh karena itu saat membaca ada beberapa hal yang mesti diperhatikan misalnya seperti, alat pengucapan, faktor kebahasaan, serta faktor-faktor non kebahasaan. Jika kamu bisa menguasai ketiga faktor tersebut, maka akan memudahkan kamu dalam berdeklamasi puisi. Diantaranya adalah sebagai berikut

1. Faktor Pelafalan Puisi

membaca puisi yang baik dan benar
Via redaksi7.com

Faktor pertama yang harus kamu pelajari dalam pembacaan puisi adalah pelafalan. Pelafalan merupakan proses atau usaha saat kita mengucap bunyi suatu bahasa, baik itu dari jenis suku akta, kata, frasa, atau juga sebuah kalimat sesuai tema puisi yang ingin kamu baca.

2. Faktor Intonasi Puisi

pembacaan puisi harus mengatur intonasi suara
Via tiaoktav.blogspot.com

Faktor kedua adalah mengatur Intonasi nada. Intonasi disini berarti kamu harus menyesuaikan tinggi rendah irama puisi tinggi rendah irama saat membaca puisi dengan memperhatikan jenis tekanan seperti tekanan nada, tempo, serta tekanan dinamik. Mengenai penjelasan tentang jenis tekanan tersebut adalah sebagai berikut :

a. Tekanan Nada

Tekanan nada merupakan tekanan tinggi dan rendah, perasaan riang, gembira, marah, sedih,galau, gundah, dan jenis suasana hati lainnya.

b. Tekanan Tempo

Tekanan tempo adalah cepat atau lambatnya saat pengucapan tiap suku kata atau kalimat dalam puisi.

c. Tekanan Dinamik

Tekanan dinamik adalah tekanan pada setiap kata terpenting yang merupakan sari kalimat ataupun bait puisi.

3. Faktor Non Kebahasaan Puisi

membaca puisi lama
Via image.google.co.id

Faktor yang terakhir adalah faktor non kebahasaan atau bisa disebut juga ekspresi. Faktor ini terbagi menjadi beberapa hal lagi diantara lain sikap, volume suara, mimik dan gerak gerik, volume suara, dan juga kelancaran dan kecepatan. Lebih lengkapnya adalah sebagai berikut ini :

a. Sikap

Sikap adalah sebuah kunci kesuksesan dalam pembacaan puisi di hadapan orang lain. Oleh karena itu diperlukan penguasaan sikap yang sempurna dari pembaca. Saat pembacaan puisi, sebaiknya pembaca berusaha mengambil perhatian positif dari setiap penonton atau pendengar.

Lakukan juga sikap yang wajar dan penuh ketenangan disaat menghadapi orang lain. Agar bisa menguasai hal-hal tersebut, sebelum membacanya kamu harus berlatih dan menguasai setiap makna yang akan kamu bacakan sehingga ketika tampil tidak akan merasa gugup dan sikap yang ditujukan kepada pendengar dapat mewakilkan juga makna puisi yang kamu baca.

b. Gerak-gerik dan Mimik

Selanjutnya adalah mimik dan gerak gerik yang merupakan faktor penting dalam pembacaan puisi di depan banyak orang. Menggunakan gerak-gerik saat membaca puisi dapat membangkitkan gairah para pendengar dalam mendengarkan puisi yang kamu bawakan.
Selain itu juga menggunakan mimik yang tepat dan sesuai dengan tema puisi yang kamu baca juga harus dilakukan dengan baik alih-alih pembaca ikut masuk dan merasakan apa yang terkandung pada puisi yang dibacakan. Maka dari itu, pembaca harus memahami materi puisi dan mendalaminya secara sungguh-sungguh agar mimik yang disampaikan terparesiasi secara sempurna.

c. Volume Suara

Volume suara yang digunakan sebaiknya menyesuaikan tempat dan jumlah perkiraan jumlah pendengar. Jika membaca puisi dilakukan di tempat terbuka, maka sebaiknya volume suara yang dikeluarkan lebih lantang, begitupun sebaliknya jika pembacaan puisi di dalam ruangan volume suara harus menyesuaikan luas dan tempat. Ini dilakukan agar pendengar atau penonton dapat nyaman mendengarkan puisi yang kamu baca nantinya.

Untuk saat ini, pementasan puisi biasanya banyak yang menggunakan pengeras suara atau mic. Maka dari itu sang pembaca puisi juga harus menguasai teknik dalam menggunakan mic agar suara yang keluar menjadi tidak sumbang, tidak pelan juga tidak keras.

d. Kelancaran dan Kecepatan

Terakhir adalah kelancaran serta kecepatan yang mempunyai pengaru terhadap para pendengar ketika menikmati puisi yang kamu bawakan. Kedua hal tersebut setidaknya harus benar-benar kamu cermati agar pendengar bisa menikmati puisi yang kamu bacakan dengan baik juga pesan yang ada terdapat di puisi bisa tersampaikan.

Kecepatan dan Kelancaran dalam pembacaan puisi ini berkaitan erat sekali dengan latihan, karena hanya dengan latihan maka akan didapatkan kelancaran membaca yang baik. Selain itu kecepatan membaca juga harus kamu perhatikan, apabila membaca puisi terlalu cepat maka yang terjadi adalah pendengar akan sulit memahami isi puisi. Begitu juga sebaliknya jika terlalu lambat para pendengar akan merasa jenuh terhadap pembacaan.

Agar dapat mengespresikan puisi yang dibacakan seharusnya kamu juga harus memahami isi puisi yang dibacakan. Untuk memahami isi puisi juga dibutuhkan kecermatan karena pada umumnya puisi banyak yang menggunakan bahasa kiasan dan bahasa simbolik.

Oleh karena itu, untuk memahamai isi puisi tersebut sebaiknya sobat mengerti terlebih dahulu bahasa-bahasa kiasan dan simbolik yang terdapat di dalam puisi yang akan dibacakan.

Artikel teknik dan cara membaca puisi yang baik dan benar ini diperlukan kemampuan khusus serta kepercayaan diri yang baik agar pembacaan dapat dilakukan dengan sempurna. Semoga artikel tentang Cara Mudah Membaca Puisi dengan Baik dan Benar ini membantu kamu dalam belajar.

Tinggalkan Pesan di Kolom Komentar