obat rindu dalam islam

Cara Mengobati Rasa Kerinduan Hati dalam Islam

Cara Mengobati Rasa Kerinduan Hati dalam Islam – Manusia merupakan makhluk yang paling istimewa. Mereka mempunyai akal dan juga rasa cinta, dimana dengan dua hal ini menumbuhkan rasa kerinduan. Dan juga upaya-upaya untuk mengobati rasa kerinduan tersebut baik itu kepada seseorang yang kita suka atau kekasih.

Kerinduan kepada seorang yang disukai, terkadang menjadi kendala tersendiri bagi kita. Karena seperti yang kita tahu, pacaran merupakan jalan salah dan haram bagi kita umat Islam untuk mengobati rasa rindu ini.

obat rindu dalam islam
Via pixabay.com

Banyak orang yang alih-alih tidak mengatakan sedang berpacaran tetapi mengungkapkan kerinduan dengan chatting, sms, menelepon. Apalagi dengan ungkapan-ungkapan yang penuh dengan kata-kata mutiara cinta yang menyesakkan dada. Naudzubillah.

Lalu bagaimana caranya untuk mengobati rasa kerinduan tersebut?

Mungkin hal inilah yang menjadi pertanyaan kita, pemuda masa kini yang dirundung kerinduan ini. Bahkan mungking juga dialami para aktivis dakwah. Karena tak ingin dibilang pacaran, mereka melakukan chating dan sms secara sembunyi-sembunyi hanya untuk mengobati kerinduan.

Padahal Allah Maha Melihat lagi Maha Mengetahui.

Nah, disini Obatrindu akan mengulas tentang kiat-kiat khusus untuk kita para pemuda pemudi Islam di masa kini untuk bisa mengobati kerinduan tanpa harus menyeleweng terhadap syariat Islam. Semoga kita selalu diberikan taufik dan hidaya. Berikut diantaranya :

Obati Rasa Rindu dengan Segera Menikah

obat rindu dalam islam
Via muslimminang.wordpress.com

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ

Wahai para pemuda, barangsiapa yang memiliki baa-ah, maka menikahlah. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu bagai obat pengekang baginya.

Dalam pendapat para ulama-ulama Syafi’iyah. Kita adalah para pemuda-pemuda. Dimana para pemuda adalah siapa saja yang usianya belum mencapai 30 tahun.

Sedangkan pengertian baa’ah di atas dalam sisi bahasa berarti jima’ atau hubungan suami istri. Dan dalam hadist diatas mempunyai dua arti yang berbeda tetapi dengan inti yang sama yaitu,

Pertama : baa’ah yang berarti jima’. Barang siapa yang sudah siap dan mampu untuk melakukan jima’karena dia mampu untuk memberikan nafkah, maka menikahlah. Tetapi barang siapa yang tidak mampu untuk berjima’ karena ketidakmampuannya memberikan nafkah, maka berpuasalah dan tekanlah syahwat agar terhindar dari angan-angan jelek.

Kedua : baa’ah yang mempunyai arti kemampuan memberikan nafkah. Mempunyai makna seperti ini karena ini merupakan konsekuensi yang diterima seseorang yang sudah mampu melakukan jima’, yaitu memberikan nafkah.

Maka dari itulah siapa saja yang sudah mampu memberikan nafkah nikah, maka hendaklah dia segera menikah. Dan bagi siapa yang belum mampu, maka puasalah dan tekan syahwat yang ada pada dirinya.

Dan jika ditelisik dari dua pendapat diatas, baa’ah mempunyai arti yang sama yaitu mampu untuk memberikan nafkah. Dan inilah yang menjadi syarat seseorang khususnya laki-laki untuk membangun rumah tangga dengan kekasih pilihannya.

READ  Pengertian dan Macam Macam Najis

Hal inilah yang perlu ditekankan kepada para pemuda-pemudi masa kini yang sering ngebet minta menikah. Padahal makan nasi saja masih meminta kepada orangtuanya.

Nah, bagi kalian yang sudah memenuhi persyaratannya dan mempunyai kerinduan yang mendalam. Segeralah menikah.Jika tidak bisa dengan orang yang dirindukan, boleh juga dengan orang lain.

Karena menikah merupakan pembuka segala pintu keberkahan Allah dan mencukupkan segala kebutuhan jiwa kita. Apalagi jika kita bisa menikah dengan orang yang sedang dirindukan. Alhamdulillah. 😀

Ikhlas dalam Beribadah

obat rindu dalam islam
Via Novieffendi.com

Obat kerinduan yang selanjutnya adalah memupuk sifat Ikhlas pada diri kita. Karena dengan kita selalu dan benar-benar ikhlas untuk mendapatkan keridloan Allah. Maka sesunggunya Allah akan selalu menolong hambaNya dari penyakit rindu ini dengan cara yang mungkin tak pernah kita pikirkan sebelumnya.

Sesunggunya mencintai Allah dengan ikhlas dan sungguh-sungguh adalah nikmat yang paling tinggi dalam ibadah mengalahkan nikmat cinta pada makhluknya.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, “Sungguh, jika hati telah merasakan manisnya ibadah kepada Allah dan ikhlas kepada-Nya, niscaya ia tidak akan menjumpai hal-hal lain yang lebih manis, lebih indah, lebih nikmat dan lebih baik daripada Allah.

Manusia tidak akan meninggalkan sesuatu yang dicintainya, melainkan setelah memperoleh kekasih lain yang lebih dicintainya. Atau karena adanya sesuatu yang ditakutinya. Cinta yang buruk akan bisa dihilangkan dengan cinta yang baik. Atau takut terhadap sesuatu yang membahayakannya.”

Hati yang tidak mempunyai rasa iklas akan menjadi mudah diombang-ambingkan hawa nafsu, tuntutan, keinginan, juga cinta yang memabukkan. Jika sudah demikian, tak akan ada bedanya lagi kita dengan ilalang yang tinggi, meliuk kesana kemari tertiup angin.

Berdo’a kepada Allah Sesering Mungkin

obat rindu dalam islam
Via Aktual.com

Do’a adalah salah satu sarana berkomunikasi kepada Allah. Dan setiap do’a yang kita panjatkan adalah untuk mendapatkan manfaat dari keridloan Allah. Bisa jadi doa tersebut juga menjadi simpanan kita di hari kiamat kelak atau menghilangkan hal-hal buruk yang akan menimpa kita.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« ما مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلاَ قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلاَّ أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلاَثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِى الآخِرَةِ وَإِمَّا أَنُْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا ». قَالُوا إِذاً نُكْثِرُ. قَالَ « اللَّهُ أَكْثَرُ »

Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selam tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat, pen) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: Allah akan segera mengabulkan do’anya, Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.” Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdo’a.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Allahu akbar (Allah Maha besar).”

Ketika kita menemukan sebuah jalan buntu, kesempitan dunia yang terasa dalam hidup, lalu kita berdo’a kepada Allah dengan kesungguhan hati dan tanpa rasa putus asa. Niscaya Allah akan mengabulkan do’a yang telah kita panjatkan.

Salah satu diantaranya adalah tentang mengungkapkan isi hati kita yang merasakan kerinduan terhadap seseorang atau kasmaran yang telah mengusik isi hati kita ini kita ungkapkan kepada Allah agar mendapatkan jalan terbaik yang datang dari Allah.
Maka dari itu, perbanyaklah berdo’a kepada Allah.

READ  Daftar Tulisan Lengkap 99 Nama Allah Asmaul Husna beserta Artinya

Menjaga Pandangan

Cinta itu datang dari mata, lalu turun ke hati. Dan jika tak terjaga, akan menjadi belenggu dalam diri yang membawa kita kepada nafsu birahi. Naudzubillah.

Akibat dari sebuah pandangan yang terjadi dengan sangat sering, hal tersebut akan menumbuhkan pada diri kita rasa rindu yang berlebih terhadap hal yang masih belum layak kita miliki.

Orang yang hanya sekali saja tak mungkin membuat orang jatuh hati terhadap orang lain. Tetapi yang menjadi masalah pada diri kita adalah kita selalu terhasut terhadap tipu daya syaitan untuk melihat lagi dan lagi setiap keindahan dunia.

Itulah kenapa, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh kita untuk selalu menjaga pandangan kita terhadap keindahan dunia terutama yang diharamkan oleh Allah, agar hati kita akan selalu tetap terjaga.

Dari Jarir bin Abdillah, beliau mengatakan,

 

سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ نَظَرِ الْفُجَاءَةِ فَأَمَرَنِى أَنْ أَصْرِفَ بَصَرِى

“Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pandangan yang cuma selintas (tidak sengaja). Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepadaku agar aku segera memalingkan pandanganku.”

Mujahid mengatakan,

غَضُّ الْبَصَرِ عَنْ مَحَارِمِ اللَّهِ يُورِثُ حُبَّ اللَّهِ

Menundukkan pandangan dari berbagai hal yang diharamkan oleh Allah, akan menimbulkan rasa cinta pada Allah.”

Jadi, untuk menyikapi penyakit kerinduan, terutama bagi kita yang masih belum mampu untuk segera menikah. Jagalah pandangan. Dengan menjaga pandangan dari wanita-wanita yang bukan mahram akan meningkatkan rasa cinta kita kepada Allah.

Menjaga pandangan juga terbagi menjadi dua macam hal, yang pertama adalah menjaga pandangan terhadap aurat sesame jenis yang mana di akhir zaman ini juga menjadi salah godaan syaitan yang mulai mewabah.

Kedua adalah goda’an terhadap wanita atau pria yang bukan menjadi mahram kita karena ini akan menjadi celah bagi syaitan untuk melancarkan muslihatnya.

Ada tiga manfaat yang bisa kita petik jika kita selalu menjaga pandangan kita. Ini telah disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Tamiyah, yaitu :

Pertama: Akan merasakan lezat dan manisnya iman. Barangsiapa meninggalkan sesuatu karena Allah, Dia akan memberi ganti dengan yang lebih baik.
Kedua: Akan memberi cahaya pada hati dan akan memiliki firasat yang begitu cemerlang.
Ketiga: Akan lebih menguatkan hati

Masya Allah.

Mengalihkan Kerinduan dengan Menyibukkan Diri

Jika kita sendirian, apalagi tanpa ada pekerjaan yang bisa kita lakukan saat kita. Kita biasanya akan teringat hal-hal yang telah lalu. Termasuk memikirkan seseorang yang kita suka dan itu menjadikan kita terjangkit penyakit kerinduan.

Sebaliknya, jika kita mempunyai kesibukan yang luar biasa. Pikiran-pikiran tersebut akan dengan mudahnya hilang dalam pikiran kita.

Maka dari itulah, agar kita bisa mengobati kerinduan kepada seseorang. Kita harus mempunyai jadwal kegiatan yang cukup untuk membuat diri kita sibuk. Dan tentunya, selalu utamakan melakukan hal yang bermanfaat bagi dunia dan akhirat kita.

Ibnul Qayyim menyebutkan nasehat seorang sufi yang ditujukan pada Imam Asy Syafi’i. Beliau berkata,

READ  Ilmu Tajwid (Pengertian, Hukum, Macam, Tujuan, Manfaat, dan Contohnya)

وَنَفْسُكَ إِنْ أَشْغَلَتْهَا بِالحَقِّ وَإِلاَّ اشْتَغَلَتْكَ بِالبَاطِلِ

“Jika dirimu tidak tersibukkan dengan hal-hal yang baik (haq), pasti akan tersibukkan dengan hal-hal yang sia-sia (batil).”

Saat kita sendiri, tanpa adanya aktivitas. Muncullah bayangan kekasih atau orang yang kita sukai. Segala yang berkaitan dengannya menjadi virus yang sanggup merobohkan keimanan kita yang berakhir dengan kesedihan diri. Tidak ada manfaat setitik pun untuk kehidupan kita.

Jauhkan Diri Dari Musik dan Film tentang Cinta

obat rindu dalam islam
Via pixabay.com

Sudah bukan rahasia lagi, dewasa ini musik dan film tentang cinta menbanjiri dunia para pemuda. Hal ini memberikan peran besar terhadap kita para pemuda untuk terjangkiti penyakit kerinduan terhadap yang haram.

Apalagi ditambahkan dengan kata-kata romantic yang mendayu-dayu membuat kerinduan yang kita rasakan semakin memuncak tanpa adanya halangan lagi. Maka dari itulah musik dan film tentang cinta ini patut kita tinggalkan agar kejernihan dan keselamatan hati yang hanya milik Allah ini tetap terjaga.

Beberapa ulama bahkan mengatakan bahwa nyanyian seperti ini menjadi mantera-matera syaitan untuk membawa kita kepada kegiatan zina. Diantaranya adalah :

Ibnu Mas’ud mengatakan, “Nyanyian menumbuhkan kemunafikan dalam hati sebagaimana air menumbuhkan sayuran.”

Fudhail bin Iyadh mengatakan, “Nyanyian adalah mantera-mantera zina.”

Adh Dhohak mengatakan, “Nyanyian itu akan merusak hati dan akan mendatangkan kemurkaan Allah.

Imam Asy Syafi’i berkata, “Nyanyian adalah suatu hal yang sia-sia yang tidak kusukai karena nyanyian itu adalah seperti kebatilan. Siapa saja yang sudah kecanduan mendengarkan nyanyian, maka persaksiannya tertolak.

Membayangkan Kekurangan Orang yang Kita Suka

Manusia bukanlah makhluk yang sempurna. Setiap makhluk Allah di dunia ini mempunyai kekurangan di dalamnya. Termasuk juga orang yang sedang kita rindukan. Sehingga dia tidak ada kelayakan untuk selalu kita rindukan setiap saat.

Ibnul Jauzi berkata, “Sesungguhnya manusia itu penuh dengan najis dan kotoran. Sementara orang yang dimabuk cinta senantiasa melihat kekasihnya dalam keadaan sempurna. Disebabkan cinta ia tidak lagi melihat adanya aib.”

Maksudnya adalah kita selalu bisa menghukumi suatu hal dengan timbangan keadilan. Tetapi orang yang sedang dirundung rasa asmara, dia telah dikuasai oleh hawa nafsu sehingga tidak bisa bersikap dengan adil. Hal ini membuatnya menutupi setiap aib yang dimiliki oleh pasangannya.

Para ahli hikmah berkata, “Mata yang diliputi oleh hawa nafsu akan menjadi buta.”

Maka dari itulah, kita sebaiknya selalu menjaga diri dari penyakit rindu yang menggebu di dalam hati ini terhadap hal-hal yang haram. Salah satunya dengan membandingkan kekurangan yang dia miliki.

Dengan begitu, akan selalu terbentuk rasa cinta kita yang benar hanya kepada Allah semata. Bukan kepada makhlukNya yang mempunyai banyak kekurangan.

Semoga Allah memberi taufik. Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.

Tinggalkan Pesan di Kolom Komentar

%d bloggers like this: