cara penulisan daftar pustaka

Cara Penulisan Daftar Pustaka Yang Benar dan Contoh Lengkap (Fungsi dan Tujuan)

Cara Penulisan Daftar Pustaka – Dalam menulis sebuah buku, makalah, atau sebuah karya tulis lainnya biasanya kita menyisipkan sebuah kalimat atau bahkan ide penulisan yang kita ambil dari buku lainnya. Namun, dalam menulis suatu kalimat tersebut kita diharuskan untuk mencantumkan sumber referensi agar karya tulis kita tidak dikatakan sebagai plagiat atau peniru.

Maka dari itu biasanya di akhir sebuah buku, makalah, atau karya tulis biasanya kita akan menemukan sebuah Daftar Pustaka yang mana isinya merupakan sebuah sumber informasi tentang buku yang telah diciptakan tersebut.

Jika dilihat mungkin akan terasa sederhana dan mudah dalam membuat sebuah daftar pustaka. Namun nyatanya, masih banyak kekeliruan dalam penulisan Daftar Pustaka yang baik dan benar. Dan tanda baca serta urutan dalam penulisan yang digunakan di Daftar Pustakan membuat kita menjadi malas untuk mencantumkan sumber buku yang akan kita ciptakan.

Namun teman-teman tidak usah khawatir, kita di sini akan mempelajari tentang apa dan bagaimana penulisan daftar pustakan dan juga akan kami berikan beberapa contoh penulisan daftar pustaka yang baik dan benar.

Pengertian Daftar Pustaka

contoh penulisan daftar pustaka

Apa itu daftar pustaka? Daftar pustaka merupakan suatu bentuk tulisan yang telah di susun dan biasanya kita jumpai di akhir halaman suatu karya tulis yang isinya terdiri dari nama penulis, judul tulisan, penerbit, identitas penerbit, beserta tahun terbit yang mana hal ini telah merupakan rujukan atau sumber dari karya tulis tersebut.

Beberapa maca karya tulis ilmiah yang biasanya diharuskan untuk mencantumkan sebuah Daftar Pustaka diantaranya adalah :

  • buku,
  • skripsi,
  • makalah,
  • artikel
  • dan lain sebagainya.

Jika kita melihat kaidah penulisan, apabila kita mengambil sebuah kutipan baik itu beberapa kalimat atau bahkan paragraf yang berasal dari sumber bacaan tertentu ataupun referensi yang lain di dalam karya tulis yang sedang kita kerjakan, menjadi ketentuan kita selaku penulis dan atau pengutip untuk mencantumkan sumbernya.

Jenis sumber tulisan atau kutipan tersebut terbagi menjadi beberapa macam media seperti misalnya

  • majalah,
  • surat kabar,
  • jurnal buletin,
  • ensiklopedi,
  • hasil penelitian,
  • terbitan berkala,
  • dan karya tulis lainnya yang serupa.

Biasanya kutipan atau sumber bacaan yang kita cantumkan tersebut sangat dekat hubungan tema penulisannya dengan karya tulis ilmiah yang sedang kita buat. Dan penulisan Daftar Pustaka sendiri biasanya diletakan pada akhir halaman setelah isi karangan. Di tulis pada halaman khusus sendiri agar lebih mudah dikenali dan dicari.

Fungsi Daftar Pustaka

cara penulisan daftar pustaka

Mungkin sebagian masih bertanya, kenapa daftar pustaka harus dituliskan? Alasannya apa? Nah berikut ini merupakan 4 fungsi penulisan daftar pustaka yang diantara adalah sebagai berikut :

  1. Sebagai bukti kejujuran dari seorang penulis bahwa isi tulisan yang ada pada karya ilmiah yang telah dibuatnya tersebut bukanlah murni buah hasil dari pemikirannya sendiri, akan tetapi sebagian merupakan hasil referensi dari karya tulis lain yang telah mendukung terciptanya karya tulis yang telah dia buat;
  2. Merupakan sebuah pengakuan untuk sang penulis atas hasil pemikirannya berupa yang berupa tulisan yang telah diambil untuk dijadikan sebagai sumber referensi;
  3. Memudahkan pembaca yang mempunyai keinginan untuk mendalami lebih jauh tulisan beserta sumber-sumber yang ada, yaitu dengan mengulas buku-buku atau sumber referensi yang dibuat;
  4. Untuk terpenuhinya kaidah penulisan sebuah karya ilmiah..

Ada cara baku tetapi tidak mengikat dalam suatu penulisan Daftar Pustaka, karena masing masing sumber karya tulis yang dipakai pada umumnya bermacam macam. Adapun beberapa aturan yang pada umumnya dipakai adalah di bawah ini.

  1. Dirangkai menurut urutan abjad secara berurutan mulai dari atas hingga bawah,
  2. Formatnya tidak pakai urutan huruf maupun angka.
  3. Jarak penyusunan masing masing sumber satu dengan dengan lainnya lazimnya memakai jarak spasi.

Tujuan Penulisan Daftar Pustaka

Adapun beberapa tujuan penulisan daftar pustaka pada setiap karya tulis ilmiah yang biasa kita temukan adalah sebagai berikut :

  • Sebagai bentuk karakteristik khas suatu Karya Tulisan.
  • Sebagai kajian, rujukan maupun Sumber Ilmu Pengetahuan yang berelasi.
  • Untuk menghasilkan kepuasan Batin bagi Penulis, Penerbit dan yang lainnya.
  • Untuk mengetahui akan tempat penerbit atau kota.
  • Untuk menumbuhkan sikap kepercayaan dari Pembaca.
  • Sebagai pendorong Pembaca agar mencari materi bacaan atau ilmu pengetahun yang berhubungan dengan isi karya tulis lebih dalam lagi.

Cara Menulis Daftar Pustaka Yang Benar

cara penulisan daftar pustaka yang benar

Untuk menulis Daftar Pustaka yang benar, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dari sumber buku. Namun, beberapa hal yang paling utama ialah memperhatikan setiap urutan dan juga tanda bacanya. Berikut ini merupakan urutan sebuah penulisan daftar pustaka yang benar dari buku.

  • Nama
  • Tahun Terbit
  • Judul Buku
  • Kota dan Nama Penerbit

1. Nama

Nama penulis buku biasanya ditulis paling awal sendiri. Dan satu hal yang patut kalian ingat adalah dalam penulisannya, nama belakang pengarang selalu ditulis terlebih dahulu. Baru kemudian ditandai dengan tanda koma (,) dan dilanjutkan dengan nama depan dan tengah dari penulis buku tersebut.

Namun jika terdapat dua penulis atau lebih dalam sebuah sumber karya ilmiah. Cukup nama penulis pertama saja yang urutan namanya dibalik. Sedangkan penulis kedua dan seterusnya ditulis berurutan sesuai nama asli mereka.

Dan juga untuk sebuah gelar pendidikan atau gelar lain yang biasa disematkan pada sebuah nama. Pada penulisan Daftar Pustaka hal tersebut tidak perlu dituliskan atau dihilangkan saja.

2. Tahun Terbit

Berikutnya setelah penulisan nama pengarang adalah dilanjutkan dengan Tahun Terbit buku. Cantumkan tahun terbit asli yang sesuai dengan buku referensi yang kalian gunakan. Namun jangan sampai terkecoh dengan tahun cetakan awal yang tertulis, karena bisa saja buku yang kalian pakai sebagai referensi merupakan buku cetakan kedua, ketiga, dan seterusnya.

3. Judul Buku

Setelah dua hal nama dan tahun terbit tertulis. Kalian bisa melanjutkan penulisan daftar pustaka dengan menyertakan judul buku. Untuk penulisannya ditulis dengan menggunakan huruf miring (Italic).

4. Kota dan Nama Penerbit

Untuk bagian terakhir penulisan sebuah daftar pustaka pada karya ilmiah adalah dengan mencantumkan kota dan nama penerbit dari buku referensi yang digunakan. Dahulukan dengan menulis nama kota dan setelah itu bisa diikuti dengan nama penerbit buku dengan dibatasi oleh tanda titik dua (:) diantaranya.

Beberapa hal lain yang bisa kalian perhatikan adalah saat menulis daftar pustaka. Antara Nama, Tahun Terbit, Judul Buku, serta Kota dan Nama Penerbit, kalian pisahkan dengan tanda titik(.) sebagai tanda pisah.

Contoh Daftar Pustaka dari Buku

Salah satu contoh daftar pustaka yang benar :
Data Buku:
Judul : Family Medical Care Volume 4
Penulis : Dr. John F. Knight
Penerbit : Indonesia Publishing House
Kota Penerbit : Bandung
Tahun Terbit : 2001

Contoh Cara Penulisan :

Knight, John F. 2001. Family Medical Care Volume 4. Bandung: Indonesia Publishing House.

Adapun cara baku tetapi tidak mengikat yang biasanya digunakan dalam suatu penulisan Daftar Pustaka, dengan melihat sumber referensi buku yang telah banyak digunakan. Dalam menyusun semua buku yang akan dituliskan adalah sebagai berikut :

  1. Antara sumber referensi satu dengan yang lain dirangkai menurut urutan abjad secara berurutan mulai dari atas hingga bawah,
  2. Formatnya tidak pakai urutan huruf maupun angka.
  3. Jarak penyusunan masing masing sumber satu dengan dengan lainnya lazimnya memakai jarak spasi.

Video Tutorial Cara Penulisan Daftar Pustaka Yang Benar

Untuk lebih mudah dalam memahami cara penulisan Daftar Pustaka yang benar, berikut ini saya berikan contoh video untuk lebih memudahkan kalian dalam belajar.

Contoh Penulisan Daftar Pustaka Yang Benar

Berikut di bawah ini saya sertakan pula beberapa contoh daftar pustaka agar lebih mudah mengenali dan belajar penulisan daftar pustaka dengan beberapa media penulisan yang digunakan.

1. Contoh Penulisan Daftar Pustaka dari Buku

Nama Pengarang (penulisan nama dibalik, misalnya Ali Subhakti, maka menjadi Subhakti, Ali). Tahun terbit. Judul buku. Tempat Terbit: Nama Penerbit.

a. Contoh Penulisannya Sebagai Berikut:

Ahmad, A. Kasim. 1990. Pendidikan Seni Teater, Buku SMA. Jakarta: Yogyakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Alwi, Hasan, dkk. 2000. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka.

Arsyad, Maidar G. dan Mukti U.S. 1991. Pembinaan kompetensi Berbahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga.

b. Contoh Penulisan Dengan Dua,Tiga Orang atau lebih:

Brahma, A.H., dan Putra Ahmad. 1998. Metode Pembelajaran Untuk Guru. Jakarta: Bentang Pustaka.

Susilo, Rahaden, Rudi Sucipto dan Angga Sela. 2002. Tata Bahasa Indonesia. Malang: Bagian Penerbitan Sastra Bahasa Indonesia UB.

c. Contoh Penulisan Tanpa Pengarang:

Depag. 2001. Petunjuk Pelaksanaan dan Tata Cara Haji dan Umrah. Jakarta: Depag.
Divisi SDM. 2007. Company Profile. Jakarta: Citra Van Titipan Kilat.

d. Contoh Penulisan Buku terjermahan, Saduran, atau Sutingan

Prakosoi, Hilman (Penterjermah). 1997. Analisa Manajemen Pemasaran. Jakarta: Penerbit Manajemen.

e. Contoh Penulisan Buku Terjermahan, Penulis sama, tetapi Buku Berbeda

Fitriani. 2007. Akuntasi Level Menengah. Semarang: Alfa Media.

________ . 2008. Akuntasi Level Menengah Jilid II. Semarang: Alfa Media.

2. Contoh Penulisan Daftar Pustaka Dari Majalah

Pramesjo, Wijaya. 2001. Menuju Fashion Asia. Jakarta: Majalah Bisnis Fashion, No. 4 Thn. 05. (12 Januari-20 Februari 2005)

3. Contoh Daftar Pustaka Dari Koran

Price, M. (2006). Get It Covered – Modeling Standard Of Cover with ArcGIS Network Analyst 9.2. ArcUser Magazine, October-December, 2006, pp. 48-53.

4. Contoh Penulisan Daftar Pustaka Dari Jurnal

a. Skripsi, Tesis, atau Disertasi

Mustofa, Dimas Eva. 2011. Sudut Pandang Umum dalam Kanji (Analisis Semiotika terhadap Buku Kanji Pictographix). Jakarta: Universitas Indonesia.

b. Makalah

Indriatu, E. 1999. Molar Patternsw On Javanese People. Makalah dipresentasikan pada The International Conference On Paleoanthropology, October 14-16, Beijing.

5. Contoh Penulisan Daftar Pustaka Dari Surat Kabar atau Koran

Purbo, Onno. 2005. Kemajuan Sepak Bola Indonesia, Antara Fakta dan Opini. Jakarta: Berita Bola. (25 Maret 2008)
Sumber lain menulis sebagai berikut:

Dimas 16 Desember, 2014. Hal-Hal Utama Di Dalam Penulisan Karya Ilmiah. Kompas, Radar Malang, hlm 1 & 2.

6. Contoh Penulisan Daftar Pustaka dari Kamus

David-Longley, D.W. 2005. Geographic Information Systems and Science. The New Encylopedia Britannica. Encylopedia Britannica 322: 651-701.

Contoh Daftar Pustaka Dari Internet

Selain dari media cetak, dengan perkembangan teknologi yang sudah sangat dominan sekarang ini. Tak jarang kita juga mengambil sumber referensi dari internet atau website seseorang. Untuk urutan penulisan yang biasa digunakan jika sumber referensi tersebut berasal dari internet adalah sebagai berikut.

1. Nama

Seperti halnya sumber dari media cetak. Cara penulisan nama untuk artikel daring tidak berbeda dengan penulisan nama dari sumber buku maupun artikel cetak.

2. Tahun Penayangan

Tuliskan tahun penayangan dari artikel tersebut. Kita bisa mengetahui dari sejak kapan artikel tersebut dipublikasikan.

3. Judul

Berbeda dengan judul yang diambil dari media cetak. Untuk judul artikel yang diambil dari internet, daring tidak ditulis secara italic, melainkan hanya diapit tanda kutip (“).

4. URL

Jangan lupa menyalin alamat URL dari artikel terkait agar dapat diakses jika ada pembaca yang ingin membuktikan kesahihannya.

5. Waktu Pengambilan

Pada bagian akhir, sertakan pula waktu pengambilan artikel daring itu secara lengkap. Yakni berupa tanggal dan jam saat kalian mengunduh ataupun menjadikannya sebagai sebuah referensi.

Selain urutan diatas, tentang tanda batas yang digunakan dalam menulis daftar pustaka yang bersumber dari artikel internet/daring agak berbeda dengan penulisan yang diambil dari sumber cetak.

Tanda titik (.) yang biasanya sebagai batas hanya berlaku untuk mengakhiri nama penulis dan tahun penayangan. Sedangkan untuk pembatasan dari judul ke URL dan dari URL ke waktu pengambilan data diganti dengan tanda koma (,).

Contoh Daftar Pustaka dari Internet (Artikel Daring)

Data Artikel:
Judul : Inikah Dampak Mematikan Pemanasan Global?
Penulis : Jeko Iqbal Reza
Tanggal Tayang : 29 Agustus 2015
Waktu Akses : 10 Februari 2016, pukul 10.27
URL : http://tekno.liputan6.com/read/2304179/inikah-dampak-mematikan-pemanasan-global

Cara Penulisan:

Reza, Jeko Iqbal. 2015. “Inikah Dampak Mematikan Pemanasan Global", http://tekno.liputan6.com/read/2304179/inikah-dampak-mematikan-pemanasan-global, diakses pada 10 Februari 2016 pukul 10.27.

Nah itulah tentang cara penulisan daftar pustaka yang benar. Semoga dengan tulisan ini dapat membantu kalian untuk menulis dan menciptakan karya tulis ilmiah lainnya yang lebih bermutu dan ditunggu bagi para pembaca.

Semoga tulisan “Cara Penulisan Daftar Pustaka Yang Benar” ini bermanfaat.

Tinggalkan Pesan di Kolom Komentar

403 Forbidden


nginx