Contoh Teks Editorial / Opini | Pengertian, Struktur, Ciri, Kaidah, Fungsi, dan Tujuan

Contoh Teks Editorial – Pada pembahasan sebelumnya kita telah membahas tentang contoh teks eksposisi dan teks anekdot. Dan untuk kali ini saya akan membahas tentang teks editorial atau biasa dikenal sebagai opini.

Teks editorial atau opini atau bisa juga disebut sebagai sebuah tajuk rencana. Teks ini merupakan salah satu materi Bahasa Indonesia yang akan kalian temukan di kelas XII, itupun jika Sekolah kalian menggunakan Kurikulum 2013.

Teks editorial ini biasanya kita temukan atau dimuat pada pelbagai surat kabar seperti misalnya Koran, Majalah, atau surat kabar lainnya karena memang tema yang biasanya dibawakan sangat cocok untuk mengisi setiap kolomnya. Tertulis secara actual, factual, biasa dibicarakan oleh masyarakat luas, serta bersifat argumentatif. Sehingga teks opini ini cukup menarik untuk dibaca.

Pada pembahasan kali ini, kita akan mencoba mengenal teks editorial secara terperinci baik itu dimulai dari pengertian teks editorial, ciri-ciri, unsure kebahasaan, bahkan sampai contoh teks editorial yang biasanya banyak dicari sebagai contoh untuk guru dan juga murid.

Selain itu juga pembahasan ini bertujuan agar para pembaca dapat lebih mengenal dan lebih mudah dalam membuat teks editorial yang koheren sesuai karakteristik teks editorial baik itu secara lisan ataupun tulisan, serta mampu menganalisa setiap teks editorial yang banyak beredar di surat kabar.

Pengertian Teks Editorial / Opini

pengertian teks editorial

Teks Editorial atau Opini adalah sebuah teks yang berisikan sebuah pandangan, sikap, ataupun pendapat dari seseorang atau penerbit untuk beberapa masalah yang sedang menjadi topik perbincangan oleh masyarakat.

Opini ini berisikan sikap resmi atau pendapat dari seseorang atau media yang menjadi institusi penerbitan baik terhadap masalah aktual, fenomenal ataupun controversial yang lagi ramai dibicarakan.

Artikel ini biasanya menjadi artikel pokok pada surat kabar. Berisikan banyak informasi tentang sebuah pandangan dari sebuah kejadian atau peristiwa yang masih sangat hangat untuk diperbincangkan ketika surat kabar baru diterbitkan.

Struktur Teks Editorial

Setiap jenis teks yang ingin dituliskan biasanya memiliki sebuah struktur untuk mencirikan teks tersebut. Begitu halnya dengan teks editorial sendiri. Karena struktur teks merupakan sebuah bagian yang dapat membangun sebuah teks untuk menjadikan kumpulan teks yang utuh.

Struktur teks editorial ini sendiri terbagi menjadi tiga bagian, yaitu diantaranya adalah pernyataan pendapat, pernyataan ulang pendapat, dan juga argumentasi. Untuk lebih jelas mengenai pembahasan tersebut adalah sebagai berikut.

Pernyataan Pendapat

Pernyataan pendapat atau biasa dikenal sebagai thesis statement merupakan sebuah pendapat yang isinya sebuah topic yang membahas sebuah permasalahan.

Argumentasi

Argumentasi sendiri disini merupakan pendukung yang biasa digunakan untuk menguatkan opini yang akan disampaikan kepada masyarakat ataupun pembaca dan pendengar.

Dan agar sebuah argumentasi menjadi kuat, biasanya berisikan sebuah fakta yang bersangkutan dengan topik yang saat itu diangkat. Karena dengan hal itu akan memberi sebuah nilai objektivitas pada tulisan dari hanya sekedar sebuah opini.

Karena pada pagian ini yang akan paling sering penulis gunakan untuk meyakinkan pembaca bahwa opini yang telah dituliskan merupakan sebuah kebenaran.

Pernyataan Ulang Pendapat

Pernyataan ulang pendapat atau disebut juga dengan reiteration. Bagian ini biasa tertulis pada sebuah opini atau teks editorial. Pada pernyataan ulang ini penulis akan berusaha untuk memberikan penegasan terhadap opini yang telah ditulisnya.

Karena dengan adanya penegasan tersebut, para pembaca atau pendengar akan lebih yakin kembali terhadap pandangan yang telah dikemukakan pada teks editorial tersebut. Biasanya pada bagian ini, tak jarang berisikan sebuah argumen yang disertai saran dari sang penulis.

Ciri-ciri Teks Editorial

Teks editorial atau opini mempunyai beberapa ciri. Dimana ciri-ciri teks editorial ini dapat memudahkan kita untuk mengenal dan mengetahui maksud dan isi tulisan. Nah, berikut ini adalah beberapa ciri teks editorial tersebut :

  • Teks Editorial merupakan tulisan yang berisi fakta umum atau juga pendapat pribadi dari penulis terhadap suatu pembahasan.
  • Tulisan yang terkandung dari teks editorial bersifat analisis.
  • Tertulis secara logis di dalam penyampaian pendapat.
  • Penulisannya dalam perspektif tertentu bertujuan untuk mengungkapkan suatu pendapat. Dimana jika kita melihat dari perspektif yang berbeda, sebuah kebenaran yang dituliskan tersebut dapat bermakna lain ataupun sebaliknya.
  • Penulisan teks editorial biasa dimulai dengan pemaparan fakta secara umum, lalu dilanjutkan dengan pemaparan pendapat. Namun hal ini bisa saja terjadi sebaliknya. Untuk lebih mengerti hal ini kalian bisa menyimak di bagian struktur teks editorial.
  • Teks editorial hamper sama dengan teks argumentatif karena berisi pemaparan sebuah argument, gagasan, ataupun pendapat.
  • Penggunaan kaidah kebahasaan yang berbeda sehingga kalian lebih mudah dalam membedakannya. Untuk kaidah kebahasaan bisa kalian simak pada penjelasan berikut di bawah.

Kaidah Kebahasaan Teks Editorial

Kaidah kebahasaan merupakan hal yang harus dimiliki oleh semua jenis teks. Karena kaidah kebahsaan merupakan peraturan atau ketentuan untuk menggunakan  sebuah bahasa baik itu dilukiskan secara lisan ataupun tulisan. Adapun kaidah kebahasaan teks editorial penjelasaannya sebagai berikut :

Adverbia

Adverbia atau biasa disebut dengan kata keterangan (Bahasa Latin: ad, “untuk” dan verbum, “kata”) merupakan salah satu kelas kata yang fungsinya memberikan keterangan terhadap kata lain. Misalnya seperti verba atau kata kerja dan adjektiva atau kata sifat. Contohnya dari adverbial ini seperti sangat, amat, tidak.

Adverbia digunakan untuk meyakinkan seorang pembaca karena adverbia merupakan bagian dari ekspresi kata kepastian. Dengan sebuah kata keterangan (adverbial frekuentatif) sebagai penegas dengan kata keterangan.

Beberapa contoh kata adverbial yang sering digunakan :

selalu,

biasanya,

sebagian besar waktu,

sering,

kadang-kadang,

jarang,

dan lainnya.

Konjungsi

Konjungsi atau dikenal sebagai kata sambung merupakan suatu bentuk kata yang digunakan untuk menghubungkan antara kata/ungkapan/kalimat satu dengan yang lainnya serta tidak memiliki maksud dan tujuan tertentu.

Konjungsi tidak dihubungkan dengan objek, konjungsi tidak menerangkan kata, konjungsi hanya menghubungkan kata-kata atau kalimat-kalimat dan sebagainya.

Karena konjungsi di dalam kaidah kebahasaan teks editorial atau opini merupakan bentuk kata penghubung yang digunakan seperti kata “bahkan”.

Verba Material

Verba Material merupakan kata kerja yang menggunakan imbuhan yang acuannya adalah tindakan fisik.Biasanya diperlihatkan dengan perbuatan yang dilakukan secara fisik oleh pelaku.

Struktur kalimat Verba Material :

Subjek (aktor) + Verba Material + objek (sasaran)

Contoh: Andri(aktor) Melukis (verba material) Pemandangan Alam (objek/sasaran)

Verba Relasional

Verva rasional disini merupakan salah satu verba yang bertujuan untuk menunjukkan intensitas, seperti pengertian A adalah B, dan juga milik yang mengandung pengertian bahwa A mempunyai B. Verba yang digunakan pada kalimat pertama tergolong ke dalam verba relasional identifikatif, sedangkan verba yang kedua dan ketiga digolongkan dalam verba relasional atributif.

READ  Ayat Al-Qur'an Dan Hadist Rasulullah Tentang Keutamaan Menuntut Ilmu

Verba relasional sendiri lebih sering memberikan penekanan pada verba atau kata kerja yang mempunyai fungsi untuk menghubungkan antara subjek dan pelengkap. Maka dari itu verba relasional haruslah mempunyai pelengkap, karena jika tidak demikian maka kalimat yang diutarakan akan menjadi rancu.

Struktur kalimat dari kalimat yang menggunakan verba relasional:

Subjek + Verba relasional + pelengkap

Contoh: Dia (subjek) salah satu(verba relasional) lulusan terbaik se-Jawa Timur tahun kemarin.

Verba Mental

Verba mental merupakan verba yang digunakan untuk menerangkan persepsi (misalnya seperti merasa dan melihat), afeksi (seperti rasa suka dan khawatir), dan juga kognisi (contohnya berpikir dan mengerti). Pada verba mental ini dapat ditemukan partisipan pengindra atau senser serta fenomena.

Struktur kalimat dari verba relasional dalam kalimat:

Subjek + Verba mental + pelengkap

Contoh: Ummat Islam (subjek) bersemangat (verba mental afeksi) dalam memperjuangkan aqidah (pelengkap)

Kosakata

Kosakata atau perbendaraan kata jika digunakan di dalam bentuk teks editorial mempunyai beberapa ciri tersendiri beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Aktual, yaitu artikel yang ditulis sedang menjadi pembicaraan banyak orang
  • Fenomenal, dimana artikel yang ditulis mempunyai sifat luar biasa, hebat, dan dapat dirasakan pancaindra
  • Editorial, yaitu artikel yang tertulis di dalam surat kabar mengandung pendirian yang diungkapkan oleh editor atau penulis
  • Imajinasi, yaitu artikel yang tertulis memancing daya pikir untuk membayangkan yang sedang terjadi
  • Modalitas, yaitu melukiskan tentang cara seorang pembicara di dalam bersikap terhadap suatu kondisi di dalam komunikasi antar pribadi
  • Nukilan, yaitu menyertakan kutipan yang diikutsertakan pada suatu benda
  • Tajuk rencana, yaitu bentuk karangan pokok yang tertulis dalam surat kabar
  • Teks opini, yaitu tempat untuk mengemukakan aspirasi penulis
  • Keterangan aposisi, yaitu keterangan yang memberikan penjelasan terhadap kata benda
  • Keterangan pewatas, yaitu keterangan tambahan yang memberikan keterangan kata benda

Fungsi Teks Editorial

Teks Editorial di dalam penulisannya mempunyai beberapa fungsi diantaranya adalah :

  1. Untuk menyampaikan aspirasi atau pendapat terhadap publik dengan menggunakan jalur intelektual yang sifatnya dialog dan tanpa adanya kekerasan.
  2. Pendapat yang diungkapkan biasanya berupa fakta dan juga logika dari pemikiran penulis sehingga kalimat yang ditulis menjadikan ini bukan hanya sebuah berita.
  3. Teks editorial juga menjadi sarana informasi dan edukasi bagi publik atau pembaca.
  4. Tak jarang pula akan kita jumpai teks editorial berisikan kritikan atau bahkan solusi dari suatu permasalahan sebagai bagian dari tindak lanjut dari sebuah analisis yang dirangkum ke dalam sebuah pernyataan pendapat atau gagasan.
  5. Teks editorial yang mempunyai mutu yang bagus dapat menjadi acuan dalam perbaikan keadaan di masyarakat seperti social, politik, budaya, agama, serta segala aspek yang sedang berkembang dan menjadi topik perbincangan di lingkungan masyarakat.

Maka dari itu teks editorial sangat penting terutama untuk pembaca dan masyarakat.

Tujuan Teks Editorial

Ada fungsi pasti ada tujuan. Untuk tujuan adanya teks editorial atau opini diantaranya adalah sebagai berikut :

 

  1. Teks editorial atau opini digunakan untuk mengajak masyarakat atau pembaca untuk dapat ikut serta di dalam isu yang sedang ramai menjadi bahan pembicaraan.
  2. Teks editorial atau opini digunakan untuk memberikan pandangan terhadap masyarakat atas kabar berita yang sedang berkembang

Contoh Teks Editorial Singkat

contoh teks editorial singkat

Berikut ini adalah contoh singkat tentang teks editorial/opini beserta strukturnya

Contoh 1 :

 

Beberapa tahun terakhir ini, pemerintah berusaha memperlengkapi persenjataan dengan mengalokasikan dana yang terbilang besar, meski dirasakan belum cukup unruk memenuhi kebutuhan standar bagi sebuah negara kepulauan seperti Indonesia. (2) Pada tahun 2003, Indonesia telah mengucurkan dana sekitar 2,85 triliun rupiah untuk membeli pesawat tempur Sukoi dari Rusia. (3) Kehadiran pesawat sukoi ini semakin menambah ketangguhan peralatan tempur kita sekaligus mengobati keresahan di masyarakat, setelah sejumlah peralatan tempur milik TNI rusak termasuk pada saat dipakai untuk latihan. (4) Masih segar dalam ingatan kita, ketika pesawat F-27 milik TNI AU jatuh di Bansung dan menewaskan 24 orang anggota pasukan khas. Kejadian ini sungguh sangat memprihatinkan. (5) Bahkan tercatat dalam beberapa tahun terakhir ini sudah berulang kali terjadi peristiwa naas seperti ini, tidak saja dikalangan TNI AU, AD, AL, tetapi juga ditubuh POLRI. (6) akan tetapi, yangmungkin perlu menjadi perhatian adalah keseriusan kita dalam membangun sistem pertahanan kita.

Hasil Analisis

Opini Penulis:

Opini atau pendapat adalah pikiran /pendirian seseorang. Umumnya kalimat yang mengandung opini menggunakan kata mesti, mungkin, barangkali, bisa jadi, selain, seperti, dan lain sebagainya.

Pada kutipan tajuk rencana pada contoh di atas, opini penulis terdapat pada kalimat (1) dan (6) karena terdapat kata meski dan mungkin .

 

Kalimat Fakta:

Fakta juga dapat diartikan sebagai sesuatu yang benar- benar ada atau terjadi. Fakta juga dapat berupa angka- angka yang menunjukkan suatu kepastian

fakta yang terdapat pada tajuk rencana di atas terdapat pada nomor (2) dan nomor (4), karena melibatkan angka dan kepastiannya sesuai dengan fakta yang terjadi.

Contoh 2

 

Kutipan Artikel Opini Kompas, 26-07-2017

Oleh: Yonki Karman

Indonesia Itu Kita

”Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia.” (Jakarta 17-8-’45, wakil-wakil bangsa Indonesia) Kepada dunia luar, proklamasi merayakan kekamian Indonesia sebagai bangsa. Kami berhadapan dengan kekuatan kolonialisme asing. Kami, para pejuang kemerdekaan, pedagang biasa, kaum terpelajar, ibu rumah tangga, dari berbagai suku dan agama. Ke dalam, proklamasi juga merayakan kekitaan Indonesia sebagai bangsa yang bersatu. […]

 

Analisis:

  • Fakta:

Dari kutipan tersebut kita sudah mendapatkan teks fakta tepat pada kalimat pembuka di bagian paragraf awal opini tersebut, yakni: “”Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia.”

Kalimat tersebut merupakan dokumen proklamasi kemerdekaan RI yang dibacakan oleh presiden Soekarno. Dengan demikian, kalimat tersebut merupakan kalimat fakta.

  • Opini:

Judul dan kalimat kedua hingga terakhir dalam paragraf kutipan tersebut merupakan kalimat-kalimat opini yang dibangun oleh penulis berdasarkan kalimat fakta yang telah dituliskan di awal paragraf.

Kenapa disebut sebagai opini? Karena kalimat tersebut jelas berposisi sebagai pendapat/ungkapan yang bertujuan untuk meyakinkan kepada pembaca atas isi dari kalimat tersebut.

 

Contoh Teks Editorial Terbaru

Berikut ini merupakan beberapa contoh tentang teks editorial terbaru yang akhir-akhir ini sedang menjadi bahan pembicaraan di masyarakat.

Contoh 1

Kutipan Berita Koran Sindo, 26-07-2017

Oleh: Agung Bakti Sarasa

 

Saat Jokowi Dan Istri Duduk Di Kendaraan Hias Basajan

BANDUNG – Ribuan orang tumpah ruah di Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan yang digelar di pusat Kota Bandung. Tua, muda, hingga anak-anak larut dalam kemeriahan puncak peringatan Hari Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia tersebut.

READ  Sintesa Minggu Keempat

Kemeriahan semakin terasa saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan istri Iriana Jokowi serta para pejabat tinggi pemerintah pusat hadir di panggung kehormatan yang dibangun tepat di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Sabtu (26/8/2017).

Terik matahari tak menyurutkan langkah Jokowi dan istri yang tiba tepat waktu pukul 14.05 WIB. Senyum lebar pun tak henti-hentinya dilepaskan Presiden Jokowi yang kala itu mengenakan Beskap berwarna ungu.

Sementara sang istri tampak elegan dengan balutan kebaya dan alas kaki Kelom Geulis khas Tasikmalaya. Riuh bunyi kohkol (kentongan khas Sunda) yang ditabuh Jokowi yang langsung disambut bunyi kohkol dan kendang tangan yang ditabuh ribuan orang menandai dibukanya karnaval tersebut.

Jokowi pun tampak sumringah menyaksikan satu per satu peserta karnaval saat melintasi panggung kehormatan. Di tengah-tengah kemeriahan karnaval, ada hal yang istimewa. Sebuah kendaraan hias yang dirancang khusus seniman dan budayawan Sunda melaju pelan mendekati panggung kehormatan.

Itulah kendaraan hias yang dibuat khusus untuk mengantarkan Jokowi dan istri ke panggung kehormatan kedua yang dibangun di Taman Vanda, di kawasan Jalan Merdeka, Kota Bandung. Jokowi dan sang istri yang didampingi Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menaiki kendaraan hias tersebut.

Dari atas kendaraan hias yang tampak gagah, namun sederhana itu, senyum ramah Jokowi tak henti-hentinya diumbar kepada warga yang memadati lintasan arak-arakan karnaval, mulai Jalan Diponegoro, Ir H Djuanda, Merdeka, hingga berakhir di Taman Vanda.

Kendaraan hias istimewa tersebut merupakan hasil rancangan seniman dan budayawan sekaligus pengajar di Institut Teknologi Bandung Tisna Sanjaya bersama rekan sesama budayawan Aat Suratin dan sejumlah budayawan lainnya.

Menurut Tisna Sanjaya, mobil hias tersebut menyimbolkan kerja keras pemimpin untuk membawa kesejahteraan rakyatnya. Konsep yang diusung adalah “Mobil Bajasan” yang bermakna sederhana, tetapi lahir dari kerja keras.

 

Analisis

Dari kutipan berita tersebut, kita bisa melihat beberapa paragraf fakta dan satu paragraf opini.

Paragraf fakta tersebut merupakan fakta lapangan yang dilihat berdasarkan pengamatan dan pembahasaan penulis berita.

Sementara paragraf opini merupakan teks berita yang bukan berisi deskripsi faktual, melainkan tafsir atas fakta lapangan.

Paragraf opini dalam berita tersebut bisa berasal dari wawancara terhadap narasumber tertentu. Dalam hal itu, narasumber mengungkapkan pendapatnya atas fakta terkait.

Berikut ini merupakan penjelasan lengkapnya:

 

  • Fakta:

8 paragraf pertama dalam koran tersebut merupakan paragraf fakta karena dalam paragraf tersebut terdapat kalimat-kalimat deskripsi fakta lapangan yang dituliskan berdasarkan pengamatan penulis berita.

Meski bahasa yang digunakan terkesan cair dan santai, namun kalimat-kalimat tersebut tentunya merujuk pada fenomena yang telah terjadi waktu itu.

 

  • Opini:

Sementara paragraf opini terletak dalam paragraf ke 9 (terakhir pada kutipan tersebut).

Paragraf itu berisi opini dari seorang narasumber yang diwawancarai, yakni Tisna Sanjawa, yang berupa penafsiran atas makna mobil hias yang dinaiki oleh presiden Jokowi dan Istrinya.

Dari kalimat-kalimat pada paragraf tersebut sudah sangat jelas bahwa yang namanya makna dari suatu simbol bukanlah fakta, melainkan penafsiran yang bisa disetarakan dengan pemikiran atau opini.

 

Contoh 2

Kutipan koran Sindo, 25-07-2017

Oleh: Rico Afrido Simanjuntak

Radikalisme Bahaya Karena Diimingi Surga

JAKARTA – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menilai radikalisme agama sangat berbahaya, karena iming-imingnya adalah masuk surga.

“Padahal, semua orang yang beragama tentu merindukan surga,” kata Ketua Umum PPP M Romahurmuziy, Jumat (25/8/2017).

Sebagai akibatnya, agama sendiri dianggap paling benar, dan hal tersebut berdampak sangat mengerikan. Pasalnya, semua orang bisa melakukan kekerasan atas nama agama.

Pria yang akrab disapa Romi ini mengatakan, radikalisme ada di semua agama. “Misal dalam agama Hindu ada kelompok radikal Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS), yang menyerang pertemuan ibadah Minggu di Karnataka, India pada 3 Maret 2012,” tuturnya.

Kelompok Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS) itu pada tahun 2014 melakukan pemaksaan kepada ratusan penganut Kristen dan Islam di Agra untuk pindah ke agama Hindu.

Kemudian, kelompok Kristen Radikal Amerika Serikat Timothy Veigh. Mereka pernah melakukan pengeboman Oklahoma City pada 19 April 1995.

 

Analisis:

Dalam kutipan koran tersebut terdapat beberapa teks fakta dan opini pada paragraf-paragraf yang akan dijelaskan pada bagian berikut ini:

 

  • Fakta:

Paragraf ke 4-6 merupakan paragraf-paragraf yang memuat konten-konten faktual.

Pada paragraf ke empat, bahwa kelompok radikal Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS) pada faktanya memang pernah menyerang pertemuan ibadah Minggu di Karnataka, India, 3 Maret 2012.

Pada paragraf ke 5, faktanya kelompok radikal yang sama, RSS juga telah melakukan pemaksaan kepada ratusan penganut kristen dan islam di Agra agar memeluk agama hindu.

Sementara pada fakta yang berbeda, kelompok kristen radikal Timothy Veigh juga pernah melakukan tindakan pengeboman di Oklahoma City,

 

  • Opini:

Paragraf ke 1-3 sudah tentu merupakan opini;

paragraf 1 memuat penilaian PPP atas keberadaan paham radikal sebagai hal yang berbahaya, dilanjutkan ke paragraf 2-3.

Mengapa bahaya? Karena tindakan radikal tersebut merupakan implementasi atas iming-iming masuk sorga, maka dengan demikian banyak orang rela dan mau berbuat apapun demi sorga.

Hal inilah yang menurut partai PPP agama dijadikan dalih kebenaran atas tindakan radikal.

 

Contoh Teks Editorial Tentang Sekolah

contoh teks editorial tentang sekolah

Dibawah ini merupakan contoh teks editorial tentang pendidikan di Indonesia.

 

Pernyataan Pendapat

 

Kenapa pendidikan di Indonesia masih jauh tertinggal dari negara lain?

Seharusnya revolusi mental yang dikumandangkan oleh Presiden Jokowi bukan hanya sekedar slogan, melainkan amanah sekaligus beban bersama yang harus dibenahi bersama-sama.

Bagaimanapun juga, pendidikan tak bisa dilepaskan dari sektor lain, oleh karenanya untuk memajukan pendidikan pemerintah tak bisa mengandalkan dinas terkait semata, harus ada dukungan dari sektor lain, terutama dalam hal ekonomi.

 

Argumentasi

 

Ada beberapa faktor yang membuat pendidikan di Indonesia tetap terpuruk, pertama adalah soal kesejahteraan para pengajar, kedua adalah fasilitas, ketiga adalah stigma dan kecenderungan masyarakat dalam menyikapi pendidikan, dan yang terakhir adalah mental korup dan gampang menyerah yang menjangkiti sebagian besar pegawai pemerintah dan masyarakat.

Meski pemerintah telah mengalokasikan dana 20% dari APBN dan APBD, namun pada praktinya hal tersebut tak sepenuhnya terwujud.

Tidak semua daerah mengalokasikan APBD sebesar 20% untuk pendidikan dan sementara itu, dana dari APBN banyak diselewengkan untuk kepentingan pihak-pihak tertentu.

Bahkan, pihak sekolah itu sendiri tak luput dari dosa menyelewengkan dana dalam pengertian dana tersebut tak sepenuhnya disalurkan untuk kepentingan siswa.

Apa buktinya?

Gampang saja, uang siapa yang dipergunakan untuk membeli kebutuhan kantor seperti misalnya kopi, teh, gula, susu, makanan, dan hal remeh temeh lainnya? Berapa banyak jumlah sekolah yang memiliki kamar mandi/toilet yang layak?

READ  Obatrindu.com Lahir Diantara Belajar dan Berdakwah

Lalu dari pihak dinas pendidikan daerah setempat yang sering mengadakan rapat di tempat-tempat mahal atau dengan menggunakan konsumsi mahal, uang siapakah itu? Perlukan rapat di tempat-tempat semacam restoran dan cafe?

Hal ini dianggap wajar karena dinas lainnya melakukan hal serupa. Betapa tidak, bahkan DPR saja memberikan contoh buruk dalam mengelola keuangan negara, seolah mereka semua tidak bisa bekerja jika tidak dengan menggunakan fasilitas mewah.

Bayangkan dengan pemerintah masa lalu, guru-guru masa lalu, prajurit masa lalu yang berkarya dengan keringat, darah, dan air mata untuk kemerdekaan Indonesia.

Jangankan fasilitas mewah, rapat dengan hidangan seadanya saja sudah untung.

Negara barangkali belum sepenuhnya berhasil dalam memajukan pendidikan. Lantas, bagaimana dengan masyarakat sendiri?

Banyak masyarakat yang menempatkan dan menggantungkan pendidikan anak hanya di sekolah saja. Sementara itu, mendidik anak seharusnya dilakukan terus menerus baik di sekolah atau di rumah seiring dengan pertumbuhannya.

Apakah jika anak sudah tamat sekolah maka tidak perlu lagi pendidikan?

Pada praktinya, pendidikan seolah berhenti ketika anak sudah tamat sekolah.

Seharusnya tidak demikian, orang tua harus selalu punya cara dan punya sesuatu untuk diajarkan kepada anak-anaknya, demikianpula sebaliknya sehingga setiap orang tak pernah berhenti belajar.

Jika hal ini terjadi, tanpa subsidi dari pemerintahpun pendidikan akan berjalan dengan baik karena masyarakat hidup dengan kultur dan kesadaran untuk butuh belajar.

Pada kenyataannya tidak sepenuhnya demikian, masyarakat Indonesia sudah terlalu lelah untuk memikirkan nasib mereka sehingga tak sempat berfikir dalam tentang pendidikan.

 

Pernyataan Ulang Pendapat

 

Pendidikan dianggap selesai dengan bersekolah dan kuliah (dalam hal ini, pendidikan bergantung pada peran pemerintah dalam menyediakan fasilitas dan SDM).

Padahal, makna kata mendidik itu lain dengan mengajar. Mendidik lebih luas dari mengajari anak mata pelajaran sekolah.

Mendidik seorang anak tak hanya agar si anak pintar, naik kelas, dan lulus, tapi juga harus menjadi manusia yang bermoral baik, bermartabat, berkembang, serta mampu menciptakan kebaruan dalam hidup bermasyarakat dan berbudaya.

Oleh sebab itulah pendidikan tak cukup dilakukan di sekolah dan oleh karenanya seorang pendidik (guru, orang tua, teladan) tak boleh lelah untuk mendorong anak tetap bersemangat berusaha melampaui keterbatasannya.

Contoh Teks Editorial Tentang Lingkungan

contoh teks editorial tentang lingkungan

Contoh teks editorial kali ini membahas tentang pentingnya menjaga lingkungan.

 

Pernyataan Pendapat

 

Menjaga kebersihan, kesehatan dan kelestarian lingkungan merupakan hal yang penting namun sering terlewatkan.

Belum banyak masyarakat Indonesia yang sadar akan pentingnya menjaga lingkungan terutama dalam hal kebersihan karena hal ini belum menjadi kebiasaan dan kebutuhan utama.

Padahal, di negara-negara maju, kebersihan, kerapian dan kesehatan lingkungan menjadi perhatian penting karena manfaatnya bukan hanya untuk kehidupan di masa mendatang, namun juga untuk menjaga kesehatan fisik dan psikologis masyarakatnya saat ini.

 

Argumentasi

 

Lingkungan yang bersih dan sehat mampu meningkatkan produktivitas dan semangat hidup manusia. Sayangnya di Indonesia hal ini belum menjadi kebutuhan pokok yang penting.

Hal tersebut bisa kita lihat dari banyaknya sampah yang menumpuk di sungai, laut, pinggir jalan, pasar, dan tempat-tempat umum lainnya.

Tak jarang hal ini menimbulkan masalah seperti misalnya banjir, wabah demam berdarah serta penyakit lainnya.

Kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang bisa dimulai dari tiap-tiap lingkungan kecil, yakni lingkungan rumah tangga.

Lingkungan yang rawan sampah juga belum mendapatkan perhatian utama dari pemerintah mengingat upaya yang dilakukan oleh pemerintah hanya sebatas upaya yang bisa dibilang telah usang, yakni menimbun sampah di tempat pembuangan sampah akhir dan dimusnahkan dengan cara dibakar.

Sementara itu, sampah bisa menjadi potensi energi dan ekonomi jika dikelola dengan baik seperti misalnya dengan cara daur ulang untuk sampah non organik dan sumber energi dan pupuk untuk sampah organik.

Tentu saja pengolahan semacam ini membutuhkan biaya besar untuk dibuatkan sebuah instansi khusus pengolahan dan daur ulang sampah, namun dampaknya akan lebih banyak ke hal-hal yang positif, yakni penyerapan tenaga kerja dan sumber devisa negara.

Di Jepang, misalnya, sampah justru bisa menjadi peluang baik untuk pertumbuhan ekonomi dan energi.

Sampah diolah sedemikian rupa sebagai pembangkit listrik atau menjadi gas untuk keperluan industri.

Selain itu, sampah juga bisa menjadi barang daur ulang. Proses pengolahan sampah tersebut tak hanya dikelola oleh negara, namun juga oleh masyarakatnya secara perorangan.

Wacana pemanfaatan sampah barangkali menjadi hal yang jarang dilirik sebagai peluang bisnis di Indonesia.

Tukang sampah dianggap sebagai pekerjaan kotor dan kurang terhormat. Masyarakat Indonesia cenderung enggan, malu, risih dan malas untuk berurusan dengan sampah.

Padahal, tak jarang para pengepul sampah, tukang rosok, dan industri daur ulang sampah telah meraup jutaan hingga milyaran rupiah dari sampah ini tanpa diketahui oleh orang banyak. Sementara itu, sampah masih tetap melimpah ruah dan para pengais rejeki dari sampah ini sampai kewalahan.

Persoalan sampah dan lingkungan tentu bisa dimulai dari lingkup kecil sebagaimana telah disinggung di awal, yakni dari lingkungan rumah tangga.

Tak sulit melakukannya, hanya butuh sabar dan telaten untuk memilah dan mengolah sampah agar tak mengganggu lingkungan, misalnya dengan menyediakan dua jenis tempat sampah untuk sampah organik dan anorganik, basah atau kering.

Sampah bisa saja dimusnahkan dengan cara dibakar, namun tentu mengolah sampah tetap menjadi aktivitas yang lebih bijaksana dan menguntungkan dari pada sekedar membuang atau membakar sampah.

 

Pernyataan Ulang Pendapat

 

Lingkungan yang bersih, sehat dan bebas sampah merupakan salah satu faktor yang mampu menunjang mutu hidup manusia agar tak hanya lebih sehat secara fisik dan psikologis namun juga produktif untuk bekerja dan berkreativitas.

Lingkungan semacam itu tentu menandai adanya managemen kehidupan manusia yang baik dan tertata rapi.

Mungkin hal ini masih menjadi hal langka da sulit terjadi di kalangan masyarakat Indonesia, namun bukan berarti hal ini tak mungkin diwujudkan.

Jika masyarakat terus menerus diedukasi dengan tema pentingnya menjaga lingkungan secara terus menerus, maka hidup dengan lingkungan yang bersih dan sehat akan menjadi budaya baru.

Nah, itulah beberapa ulasan tentang teks editorial, baik itu tentang pengertian, struktur, kebahasaan, ciri-ciri, fungsi, tujuan, dan juga contoh teks editorial atau opini. Semoga artikel ini dapat membantu kalian dalam belajar.

1 thought on “Contoh Teks Editorial / Opini | Pengertian, Struktur, Ciri, Kaidah, Fungsi, dan Tujuan

Tinggalkan Pesan di Kolom Komentar

%d bloggers like this: