Fiqih Thaharah dalam Islam (Pengertian, Macam, dan Tata Cara sesuai Syariat)

Fiqih Thaharah dalam Islam – Assalamuallaikum sobat obatrindu, terutama untuk ummat Muslim yang menjadi pembaca setia di website ini. Sebagai ummat Islam, di setiap waktu kita tak akan pernah lepas dari namanya bersuci atau Thaharah bukan? Karena hukum thaharah ini adalah wajib terutama saat sebelum kita melaksanakan ibadah.

Kalau sebelumnya kita sudah mengulas tentang Macam-Macam Najis beserta Cara Membersihkannya. Saat ini kita akan mengulas tentang Thaharah atau bersuci termasuk juga macam-macam dan tata cara yang dianjurkan dalam bersuci tersebut seperti Wudlu, Ta’yamum, dan juga Mandi Junub atau Mandi Besar.

Pengertian Thaharah atau Bersuci

Thaharah jika ditinjau menurut bahasa mempunyai arti bersuci. Dan jika menurut syara’ artinya iala membersihkan diri, tempat, pakaian, dan benda-benda lain dari najis serta hadas menurut cara-cara yang ditentukan oleh syariat islam.

Sebenarnya Thaharah atau bersuci adalah syarat yang harus dipenuhi sebelum kita melakukan ibadah. Itulah mengapa bersuci menjadi permasalahan yang sangat penting di dalam ajaran islam.

Dan tata cara yang bersuci yang telah diajarkan di dalam Islam dan dicontohkan oleh Rasulullah dimaksudkan agar kita sebelum beribadah kepada Allah, kondisi kita bersih baik dari hadast besar dan hadast kecil.

Dalil Thaharah dalam Islam

Dan sebenarnya, bab Thaharah ini menempati kedudukan yang sangat penting dalam melakukan ibadah. Bahkan di beberapa kitab hadist, bab Thaharah menempati bab pertama. Atau paling tidak pada bab kedua dan ketiga.

Thaharah hukumnya wajib berdasarkan Alquran dan As-Sunnah. Allah SWT  berfirman dalam surat Al-Maidah ayat 6 yang artinya :

Hai orang-orang yang beriman, apabila kalian hendak mengerjakan salat, maka basuhlah muka kalian dan tangan kalian sampai dengan siku, dan sapulah kepala kalian, dan (basuh) kaki kalian sampai dengan kedua mata kaki.” 

Dan juga di dalam Surat Al-Mudatstsir ayat 4 dan Al-Baqarah ayat 222. Allah SWT juga berfirman,

“Dan, pakaianmu bersihkanlah.” (Surat Al-Mudatstsir: 4).

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang tobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.” (Surat Al-Baqarah: 222).

Sedangkan Rasulullah S.A.W bersabda dalam hadist yang berbunyi “Kunci salat adalah bersuci.”
Dalam hadist lain Rasulullah SAW bersabda, “Salat tanpa wudhu tidak diterima.” (HR Muslim). Rasulullah saw. Bersabda, “Kesucian adalah sebagian dari iman.” (HR Muslim).

READ  Ilmu Tajwid (Pengertian, Hukum, Macam, Tujuan, Manfaat, dan Contohnya)

Bukti pentingnya thaharah misalnya saja, setiap orang yang akan mengerjakan salat dan tawaf diwajibkan terlebih dahulu untuk melakukan Thaharah,sepertih berwudlu, tayamum jika tidak ada air, atau juga mandi.

Macam-Macam Thaharah atau Bersuci

Thaharah (bersuci) terbagi menjadi beberapa jenis pembagian, pembagian ini macamnya tergantung dari jenis hadast dan juga keadaannya. Macam-macam Thaharah diataranya seperti berwudlu, ta’yamum, dan juga mandi besar (mandi junub). Penjelasan selengkapnya sebagai berikut :

Thaharah Wudlu

Jenis thaharah yang pertama kita bahas adalah berwudlu. Wudlu jika diartikan menurut bahasa adalah membersihkan sebagian anggota badan . Dan jika dilihat menurut syara’, berwudlu adalah membersihkan bagian-bagian tertentu dengan niatan tertentu pula.

Hukum wudlu dibagi menjadi dua. Pertama berhukum wajib, hukum wajib ini diperuntukan bagi orang yang mempunyai hadats  dan sunnah untuk orang yang memperbarui wudlu baik itu dilakukan setelah shalat ataupun setelah melakukan mandi wajib, serta ketika orang yang junub akan melakukan makan, tidur atau wathi dan lain sebagainya.

Tata Cara Bersuci Wudlu atau Fardlu Wudlu

Fardlu wudlu adalah hal yang harus kita lakukan untuk melaksanakan wudlu. Sebenarnya ada beberapa pendapat mengenai tata cara berwudlu, namun disini saya akan mengulas sesuai pendapat Imam Madzab Imam Syafi’i radhiallahu anhu. Fardlu wudlu menurut pendapat beliau ada 6 diantaranya yaitu:
1.    Niat
2.    Membasuh wajah
3.    Membasuh kedua tangan beserta dua siku
4.    Mengusap sebagian kepala
5.    Membasuh dua kaki sampai mata kaki
6.    Tertib .

Itulah fardlu wudlu atau tata cara berwudlu yang harus kita ikuti, dan untuk rukun wudlu yang terakhir yaitu “Tertib” dimaksudkan adalah kita harus melakukan semua fardlu tersebut diatas secara berurutan dari nomer satu sampai terakhir.

Syarat Sahnya Wudlu

Adapun berikut ini adalah syarat wudlu yaitu hal-hal yang harus terpenuhi sebelum melaksanakan wudlu. Beberapa syarat untuk melaksanakan wudlu agar wudlu yang telah kita lakukan menjadi sah adalah sebagai berikut :
(1)    Islam,
(2)    Cerdas; tidak bodoh ataupun gila,
(3)    Suci dari haid serta nifas,
(4)    Bersih beberapa hal yang menghalangi atau juga mencegah mengalirnya air sampai ke kulit
(5)    Pada anggota yang dikenai air wudlu tidak mengandung hal yang dapat merubah sifat air
(6)    Mengerti kefardluan wudlu
(7)    Tidak meyakini bahwa fardlu wudlu adalah sunnah
(8)    Air yang suci
(9)    Menghilangkan najis yang terlihat
(10)    Mengalirkan air di seluruh anggota wudlu .

Jadi selain fardlu wudlu yang sebelumnya harus dilakukan berurutan, syarat-syarat wudlu diatas juga harus dipenuhi agar wudlu yang kita lakukan menjadi sah sesuai syariat Islam.

Sunnah dalam Wudlu

Diantara syarat wajib yang harus dilakukan agar wudlu kita menjadi sah. Ada juga beberapa sunnah wudlu merupakan hal yang apabila dikerjakan pada saat berwudlu, kita akan mendapat pahala tambahan dan juga bila kita tinggalkan, tidaklah mengapa alias kita tidak berdosa. Diantaranya yaitu:
(a)    Bersiwak sebelum berwudlu
(b)    Dimulai dengan bacaan Basmalah
(c)    Diawali dengan membasuh kedua telapak tangan dan sela-selanya juga
(d)    Berkumur
(e)    Menghisap sedikit air melewati hidung dan menyemprotkan air tersebut kembali keluar dari lubang hidung
(f)    Mengusap seluruh kepala
(g)  Ulangi setiap rukun sebanyak tiga kali;

READ  Belajar Agama Rukun Islam Ada 5 dan Rukun Iman Ada 6 beserta Penjelasannya Lengkap

Hal-hal yang Membatalkan Wudlu

Sekarang kita belajar tentang beberapa hal yang dapat membatalkan Wudlu. Diantaranya adalah sebagai berikut :
1.    Segala sesuatu yang keluar dari qubul atau dubur kecuali mani;
2.    Hilangnya akal kecuali sebab tidur yang tetap duduknya;
3.    Bertemunya dua kulit laki-laki dan perempuan yang sudah baligh dan berlainan;
4.    Menyentuh qubul atau lubang dubur dengan telapak tangan atau ujung jari bagian dalam.

Dengan mengetahui beberapa hal yang membatalkan wudlu diatas, diharapkan untuk kita dapat terjaga dari hal tersebut untuk selalu menjaga wudlu kita dimanapun dan kapanpun kita berada.

Thaharah Mandi (Al Ghusl)

Mandi secara bahasa adalah mengalirkan air ke segala sesuatu baik badan, pakaian dan sebagainya tanpa diiringi dengan niat. Sedangkan menurut syara’ mandi yaitu mengalirkan air ke seluruh anggota badan denagn niat tertentu.

Dalam islam, mandi atau Al Ghusl memiliki posisi yang cukup urgen. Hal ini  mengingat mandi bertujuan untuk menghilangkan hadats atau kotoran yang tidak bisa dihilangkan hanya dengan wudlu.

Namun mandi yang dimaksud disini tentunya memiliki karakteristik serta aturan yang berbeda dari mandi yang hanya untuk membersihkan badan dari kotoran yang melekat di tubuh. Berikut beberapa hal yang menyangkut mandi dalam Islam:

Hal yang Mewajibkan Mandi

Adapun beberapa hal yang membuat kita harus melakukan bersuci atau thaharah dengan cara Mandi Besar adalah sebagai berikut :

1.    Bertemunya dua kemaluan
2.    Keluarnya mani
3.    Haidl
4.    Nifas
5.    Wiladah
6.    Meninggal dunia

Fardlu Mandi Besar atau Mandi Junub

Secara singkat, fardlu mandi ada tiga hal yaitu yang pertama adalah niat, lalu dilanjutkan dengan membersihkan najis yang ada di seluruh tubuh dengan disertai pula mengalirkan air sampai ke seluruh bagian anggota tubuh.

Sunnah Dalam Mandi

Beberapa sunnah mandi yang dianjurkan adalah lima perkara, yaitu:
1.    Diawali dengan bacaan basmalah
2.    Berwudlu dahulu sebelum melakukan mandi wajib
3.    Menggosok-gosokkan tangan pada bagian tubuh, terutama pada tubuh yang terkena najis
4.    Berturut-turut
5.    Dahulukan anggota badan sebelah kanan

Syarat Mandi Wajib (Al Ghusl)

Adapun syarat mandi sebenarnya sama saja sebagaimana syarat dalam kita melaksanakan wudlu, seperti :

READ  Makna dan Pengertian Bacaan 2 Kalimat Syahadat Beserta Hal yang Membatalkannya

(1)    Islam,
(2)    Cerdas; tidak bodoh ataupun gila,
(3)    Suci dari haid serta nifas,
(4)    Bersih beberapa hal yang menghalangi atau juga mencegah mengalirnya air sampai ke kulit
(5)    Pada anggota yang dikenai air wudlu tidak mengandung hal yang dapat merubah sifat air
(6)    Mengerti kefardluan wudlu
(7)    Tidak meyakini bahwa fardlu wudlu adalah sunnah
(8)    Air yang suci
(9)    Menghilangkan najis yang terlihat
(10)    Mengalirkan air di seluruh anggota wudlu .

Mandi Mandi yang Disunnahkan

Beberapa mandi yang disunnahkan dalam Islam adalah mandi jum’at, mandi dua hari raya , mandi dua gerhana , mandi karena islamnya orang kafir serta mandi karena sembuhnya orang gila dan orang yang berpenyakit ayan.

Thaharah Tayammum

Fiqih Ta'yamum
www.panoramio.com

Menurut bahasa, tayammum adalah menyengaja (القصد). Sedangkan menurut ishtilah yaitu mengusapkan debu pada wajah dan kedua tangan dengan niat tertentu. Tayammum yaitu sebuah ritual penyucian diri dari hadats dengan menggunakan debu sebagai pengganti air dikarenakan beberapa sebab atau hal tertentu.

Sebab Dilaksanakan Ta’yamum

Sebab-sebab tayammum terbagi menjadi dua kategori. Pertama yaitu tayammum yang wajib mengulangi sholat yang telah dilakukan seperti tayammum karena tidak adanya air di tempat yang biasanya terdapat air melimpah, lupa meletakkan air, hilangnya air dari tempatnya dan sebagainya .

Kedua yaitu dimana tidak diwajibkan untuk mengulangi sholat yang telah dilakuakan seperti tayammum karena tidak ada air di tempat yang sudah biasa tidak ada airnya dan kebutuhan akan air tersebut untuk diminum atau dijual untuk memenuhi kebutuhan, tidak adanya air kecuali dengan harga tertentu dan tidak ada uang untuk membeli atau akan dipergunakan untuk kebutuhan lain .

Tata Cara Ta’yamum

Fardlu tayammum ada lima yaitu memindahkan debu dari tanah atau udara kebagian yang diusap, niat, mengusap wajah, mengusap dua tangan hingga kedua siku dan tertib. Beberapa Sunnah tayammum yaitu bersiwak, membaca basmalah, mendahulukan anggota kanan, berturut-turut, menipiskan debu pada telapak tangan.

Hal hal yang membatalkan tayammum diantaranya yaitu hadats, murtad, mengira telah ada air di luar sholat, mengerti tentang keberadaan air, mampu untuk membeli air dan sebagainya.

Itulah ulasan kita mengenai Thaharah kali ini. Semoga ilmu tentang thaharah baik itu Pengertian Thaharah, Macam-macam Thaharah, dan juga Tata Cara Bersuci atau Thaharah dapat menjadi tambahan ilmu dan kamu aplikasikan di kehidupan sehari-hari. Semoga bermanfaat.

1 thought on “Fiqih Thaharah dalam Islam (Pengertian, Macam, dan Tata Cara sesuai Syariat)

Tinggalkan Pesan di Kolom Komentar

%d bloggers like this: