Internet Di Kolong Langit

Banyak orang berpikir bahwa mencari uang online cukup dilakukan dari rumah di depan komputer mereka dengan koneksi internet yang memadai. Mempunyai komputer built up dan internet cepat memang sangat dibutuhkan dalam dunia online.

Namun bagaimana jika kamu tidak memiliki keduanya?

Aku adalah seorang yang lulus dari sekolah kejuruan Multimedia. Menuntut aku untuk mengembangkan diri di dunia komputer termasuk online. Namun, keadaan yang begitu sangat sederhana memberikan aku hambatan sendiri.

Komputer atau laptop tidak aku miliki saat itu untuk mendukungku dalam dunia internet marketing. Ditambah lagi aku adalah seorang yang suka bosan dan suka berpindah tempat.

internet marketing
Via scottsdigital.com

Keadaan ini menuntut aku untuk open mind tentang bagaimana bisa menjalani internet marketing tanpa harus memiliki fasilitas namun juga tetap memanjakan karakter yang aku miliki.

Rutin Paket Malam di Warnet

Hal sederhana yang aku pikirkan. Dimulai dari kebiasaan saat sekolah sering sekali bermain internet. Ditambah lagi di kotaku ada warnet yang disediakan oleh Telkom Indonesia dimana tarif yang dipatok cukup murah, satu jam seharga dua ribu rupiah dan tujuh jam hanya sampai tujuh ribu rupiah saja.

paket malam
Via dumaipos.co

Peluang ini aku manfaatkan untuk mencari info sebanyak-banyak tentang internet marketing saat itu dan mencoba beberapa cara bagaimana agar menghasilkan dari dunia internet. Memang tak begitu banyak yang dihasilkan saat itu, apalagi aku belajar secara otodidak. Benar-benar tanpa guru di sampingku.

Dan itu juga akhirnya tidak berlangsung lama, keinginanku untuk selalu berpindah tempat menyudahi caraku ini disana. Membuatku mencoba benar-benar berpikir ekstra lagi bagaimana tetap ber-Internet dengan keterbatasan.

READ  Menerobos Kabut Belerang Kawah Ijen

Hutang Laptop tanpa Riba’

Via www.academia.org
Via www.academia.org

“Jauhilah tujuh perkara yang menghancurkan –di antaranya– memakan riba.” (Muttafaqun ‘alaih).

Aku mungkin tidak kaya dan banyak maunya, kebutuhanku bisa dibilang kategori mahal. Namun aku selalu mencoba untuk menghindari yang satu ini, riba’. Begitu juga tentang bagaimana aku menghadirkan laptop pertama kali dalam hidupku yang berperan cukup penting dalam kelangsunganku di dunia internet.

kerjasama yang baik
Kerjasama dengan guru.Via infobisnisproperti.com

Karena aku orang yang mudah bosan, aku mencari cara tentang bagaimana aku bisa mendapatkan peralatan yang dibutuhkan tapi dengan cara yang benar. Waktu itu aku sedang bermain di sekolah, seperti biasa.

Perpustakaan di sekolah boleh dikunjungi oleh para alumni dengan bebas. Dan saat itulah aku bertemu dengan salah satu guruku. Kami berbincang tentang kegiatanku selepas sekolah. Dari sana, beliau tahu tentang masalah yang sedang aku hadapi.

Beliau lalu menawarkan bantuan berupa kredit laptop, tapi dengan cara yang jauh dari riba’. Beliau begitu percaya denganku. Membelikan aku sebuah laptop baru, lalu aku membayarnya dengan cara berhutang tanpa dikenakan riba’ atau bunga.

laptop sendiri
Via sidomi.com

Dengan cara itu akhirnya aku bisa mempunyai laptop sendiri. Dan mulailah petualanganku di dunia internet di antara kolong langit ini. Berkeliling kesana-kemari dengan memakai tas berisi laptop. Mencari internet gratis dari beberapa sudut kotaku.

Sempat Berkelana ke Kota Tetangga

Selayaknya seorang petualang dan pembosan yang rajin. Tak layak rasanya jika hanya di kota sendiri. Beberapa kali waktu aku juga pernah menyempatkan diri ke kota-kota tetangga. Seperti misalnya Surabaya dan Malang.

Via id.anawalls.com
Via id.anawalls.com

Di kota-kota tersebut aku bernaung di setiap jalan dimana aku merasa lelah. Namun yang pasti masih layak dan sesuai standar keamanan yang aku perkirakan. Terutama yang aku pilih untuk bernaung adalah Kampus dan Pos Internet gratis milik pemerintah, tentu saja dengan cara seperti itu pula aku mendapatkan koneksi internet gratis tanpa harus membayar.

READ  Menuju Tempat Baru

Terlambat Melunasi Hutang

Seperti yang saya ceritakan di atas. Aku mendapatkan fasilitas laptop dari guruku yang bersedia memberikan aku hutang cuma-cuma. Dan jangka waktu yang Beliau tetapkan untuk melunasi hutang tersebut adalah satu tahun.

Namun setelah mendapatkan lima bulan pembayaran. Pendapatanku dari internet mulai agak surut. Sedangkan kebutuhan sehari-hari tidak menentu. Maka jadilah dari saat itu aku mulai menunda pembayaran.

Via www.synertech.net
Via www.synertech.net

Namun ini malah menjadi penyakit. Aku terlalu lama untuk lupa membayar kewajibanku. Sampai aku ingat empat bulan setelahnya. Aku baru mulai untuk berusaha lebih keras mencari pendapatan dari online. Hingga akhirnya satu bulan kemudian semua terkumpul, aku langsung segera melunasi semua tagihan yang menjadi tanggungjawabku tersebut.

Sambil mengungkapkan permintaan maafku karena sudah lama tidak ada kabar selama tujuh bulan kemarin setelah permintaan izin. Alhamdulillah beliau masih memaafkanku kala itu dan juga malah menawariku untuk bekerja di beberapa tempat.

Begitulah bagian dari petualangan awalku di dunia internet. Jarang pulang kerumah, sukanya berinternet ria di tempat luar yang jauh dari rumah. Jika merasa bosan lagi, berganti pula tempat yang aku singgahi untuk berinternet marketing.

 

Tinggalkan Pesan di Kolom Komentar

%d bloggers like this: