Sejarah Hari Pahlawan 10 November

Sejarah dan Makna yang Lahir dari Hari Pahlawan (2016)

Hari Pahlawan 10 November
Via radarindo.com

Hari Pahlawan 10 November – Setiap tanggal 10 November di Indonesia diperingati sebagai hari pahlawan. Dan pada tahun ini hari pahlawan akan jatuh pada hari kamis (10/11) besok. Lantas bagaimanakah sejarah terjadinya hari pahlawan? Untuk itu mari kita kita pelajari bersama sejarah singkatnya.

Hari ini tanggal 10 November 2016 adalah salah satu hari bersejarah yang paling penting untuk masyarakat Indonesia. Pada hari ini Kamis, 10 November 2016 adalah peringatan hari Pahlawan ke 71 sejak terjadinya peristiwa penting tanggal 10 November 1945 di Surabaya yang menjadikan terbentuknya hari Pahlawan.

Lantas, bagaimanakah sejarah yang terjadi dari Hari Pahlawan tersebut?


Sejarah Hari Pahlawan


Sejarah Hari Pahlawan 10 November
Via indoberita.com

Peristiwa 10 November adalah salah satu peristiwa bersejarah antara Indonesia dan Belanda setelah tahun kemerdekaan. Pada tanggal 1 Maret 1942, tentara Jepang mendarat di Pulau Jawa. Lalu tujuh hari kemudian, tepatnya  tanggal 8 Maret 1942. Pemerintah kolonial Belanda menyerah tanpa syarat terhadap Jepang. Maka sejak saat itu, Indonesia beralih dijajah oleh Jepang.

Lalu tiga tahun setelah kejadian tersebut, Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu. Hal ini terjadi karena telah jatuhnya bom atom di Hiroshima dan Nagasaki yang membuat Jepang hancur (dilakukan oleh Amerika Serikat).

Peristiwa itu terjadi pada bulan Agustus 1945. Mengisi kekosongan kekuasaan tersebut, rakyat Indonesia dengan segala tekat dan juang kemudian memproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

Penyebab Pertempuran Tanggal 10 November 1945

Sebelum sekutu datang ke Indonesia untuk melucuti tentara Jepang yang tersisa, rakyat dan para pejuang Indonesia lebih dahulu melucuti senjata para tentara Jepang. Maka terjadilah berbagai pertempuran yang memakan korban di berbagai pelosok negeri Indonesia.

READ  Sejarah dan Peringatan Dibalik Hari Guru Nasional (2016)

Ketika gerakan untuk melucuti pasukan Jepang sedang berkobar, tanggal 15 September 1945, tentara Inggris mendarat di Jakarta, kemudian mendarat di Surabaya pada 25 Oktober.

Tentara Inggris didatangkan ke Indonesia atas keputusan dan atas nama Sekutu, dengan tugas untuk melucuti tentara Jepang, membebaskan para tawanan yang ditahan Jepang, serta memulangkan tentara Jepang ke negerinya.

Tetapi, selain itu, tentara Inggris juga membawa misi mengembalikan Indonesia kepada pemerintah Belanda sebagai jajahannya. NICA (Netherlands Indies Civil Administration) pun membonceng. Itulah yang meledakkan kemarahan rakyat Indonesia di mana-mana.

Di Surabaya, dikibarkannya bendera Belanda, Merah-Putih-Biru, di Hotel Yamato, telah melahirkan Insiden Tunjungan, yang menyulut berkobarnya bentrokan-bentrokan bersenjata antara pasukan Inggris dengan badan-badan perjuangan yang dibentuk oleh rakyat.

Kematian Brigadir Jenderal Mallaby

Bentrokan-bentrokan bersenjata dengan tentara Inggris di Surabaya, memuncak dengan terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, (pimpinan tentara Inggris untuk Jawa Timur), pada 30 Oktober.

Setelah terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, penggantinya (Mayor Jenderal Mansergh) mengeluarkan ultimatum yang merupakan penghinaan bagi para pejuang dan rakyat umumnya. Dalam ultimatum itu disebutkan bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan dan menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas. Batas ultimatum adalah jam 6.00 pagi tanggal 10 November 1945.

Ultimatum tersebut ditolak oleh Indonesia. Sebab, Republik Indonesia waktu itu sudah berdiri (walaupun baru saja diproklamasikan), dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) sebagai alat negara juga telah dibentuk.

Selain itu, banyak sekali organisasi perjuangan yang telah dibentuk masyarakat, termasuk di kalangan pemuda, mahasiswa dan pelajar. Badan-badan perjuangan itu telah muncul sebagai manifestasi tekad bersama untuk membela republik yang masih muda, untuk melucuti pasukan Jepang, dan untuk menentang masuknya kembali kolonialisme Belanda (yang memboncengi kehadiran tentara Inggris di Indonesia).

READ  Makna Sejarah dalam Peringatan Hari Gizi dan Makanan Nasional di Indonesia (25 Januari 2017)

10 November 1945

Hari Pahlawan 10 November
Via indowarta.com

Pada 10 November pagi, tentara Inggris mulai melancarkan serangan besar-besaran dan dahsyat sekali, dengan mengerahkan sekitar 30 000 serdadu, 50 pesawat terbang, dan sejumlah besar kapal perang.

Berbagai bagian kota Surabaya dihujani bom, ditembaki secara membabi-buta dengan meriam dari laut dan darat. Ribuan penduduk menjadi korban, banyak yang meninggal dan lebih banyak lagi yang luka-luka. Tetapi, perlawanan pejuang-pejuang juga berkobar di seluruh kota, dengan bantuan yang aktif dari penduduk.

Pihak Inggris menduga bahwa perlawanan rakyat Indonesia di Surabaya bisa ditaklukkan dalam tempo 3 hari saja, dengan mengerahkan persenjataan modern yang lengkap, termasuk pesawat terbang, kapal perang, tank, dan kendaraan lapis baja yang cukup banyak.

Namun di luar dugaan, ternyata para tokoh-tokoh masyarakat yang terdiri dari kalangan ulama’ serta kiyai-kiyai pondok jawa seperti KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahab Hasbullah serta kiyai-kiyai pesantren lainnya mengerahkan santri-santri mereka dan masyarakat umum (pada waktu itu masyarakat tidak begitu patuh kepada pemerintahan tetapi mereka lebih patuh dan taat kepada para kiyai) juga ada pelopor muda seperti Bung Tomo dan lainnya. sehingga perlawanan itu bisa bertahan lama, berlangsung dari hari ke hari, dan dari minggu ke minggu lainnya.

Perlawanan rakyat yang pada awalnya dilakukan secara spontan dan tidak terkoordinasi, makin hari makin teratur. Pertempuran besar-besaran ini memakan waktu sampai sebulan, sebelum seluruh kota jatuh di tangan pihak Inggris.

Peristiwa berdarah di Surabaya ketika itu juga telah menggerakkan perlawanan rakyat di seluruh Indonesia untuk mengusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan. Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat yang menjadi korban ketika itulah yang kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan.

READ  37th Anniversary! Mengenal Lebih Dekat Taman Nasional Komodo Yuk!

Arti dan Makna yang Lahir dari Hari Pahlawan


Sejarah Hari Pahlawan 10 November
Via hm.if.undip..ac.id

Ada ungkapan yang sangat terkenal bahwa, “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati para pahlawannya”. Itu berarti bangsa yang tidak mempunyai pahlawan sama saja bangsa yang tidak mempunyai rasa kebanggaan terhadap negaranya sendiri.

Jika hal itu terjadi pada bangsa tersebut, berarti bangsa tersebut sama sekali tidak mempunyai sesuatu yang dinamakan harga diri. Dan, penentuan hari Pahlawan 10 November ini bagi Indonesia adalah untuk menghormati para Pahlawan Indonesia yang telah gugur berjuang untuk kedaulatan NKRI.

Lalu mengapa hari Pahlawan jatuh pada tanggal 10 November?

Tanggal 10 November dipilih sebagai Hari Pahlawan dikarenakan pada saat itu para pejuang kemerdekaan bangsa kita sedang bertempur dengan gagah berani. Mereka hanya menggukan senjata sederhana yaitu bambu runcing.

Tetapi dengan taktik bertempur gerilya dan semangat yang membara, pasukan kita yang pada saat itu dipimpin oleh seorang pelopor pemuda yang dikenal dengan nama Bung Tomo, rakyat Surabaya dapat mempertahankan daerah kita Indonesia dari pengambil-alihan penjajah Belanda.

Selamat Hari Pahlawan, 10 November 2016

1 thought on “Sejarah dan Makna yang Lahir dari Hari Pahlawan (2016)

  1. Tanggal 10 November dipilih sebagai Hari Pahlawan dikarenakan pada saat itu para pejuang kemerdekaan bangsa kita sedang bertempur dengan gagah berani. Mereka hanya menggukan senjata sederhana yaitu bambu runcing.
    Semoga Kita bisa lebih menghormati jasa jasa para pahlawan

Tinggalkan Pesan di Kolom Komentar

%d bloggers like this: