Sore Itu Di Sawah

Masa kecil – Ada kebiasaan aku dan beberapa teman di desaku yang tidak pernah aku lupakan sampai saat ini. Apalagi saat ini sudah mungkin tidak bisa lagi dilakukan karena banyaknya polusi air yang mencemari sehingga ikan menjadi sulit ditemukan.

Mencari ikan di sawah dan sungai-sungai kecil yang menyertainya di saat musim tanam padi tiba.

bermain di sawah
Via kaskus.co.id

Berkumpul sebelum Keberangkatan

Hampir setiap sore setelah pulang sekolah. Aku dan beberapa temanku berkumpul bersama. Seperti biasa, tak lupa pula kami membawa serta persenjataan yang selalu menjadi kunci kesenangan kami. Jaring ikan.

bak arang, bakul nasi plastik

 

Via selatanjayasurabaya.wordpress.com

Jaring ikan yang kami bawa pun tak sama seperti yang bisa kalian bayangkan. Jaring yang aku maksud adalah sisa tempat nasi yang biasanya ada disaat pengajian. Sederhana namun masih banyak kegunaannya walaupun sudah bekas.

Setelah semua berkumpul, aku dan teman-teman segera pergi ke sawah. Melewati beberapa ladang dan juga bekas rel kereta api yang sudah tidak dipakai lagi untuk menuju tujuan kami, sungai kecil yang biasanya dipakai untuk mengairi sawah.

Menangkap Ikan Sederhana

Sungai kecil ini hanya bisa kita temukan ada airnya jika musim panen tiba, dan saat seperti inilah ikan-ikan kecil keluar sarang mereka. Dan tentunya siap untuk digoreng menjadi lauk nanti jika tertangkap. Hehe..

Setelah beberapa saat, sampailah kami pada hilir pertama tujuan kami. Kami mulai masuk ke dalam air sungai dan menggiring ikan-ikan yang biasanya berada di selah-selah tanaman untuk bisa terperangkap di jaring.

cari ikan di sawah 2
Via www.warnawarnikami.com

Satu anak mengobrak-abrik tempat tersebut dari sisi bawah dan satu lainnya menunggu dengan jaring di tangan yang sudah siap untuk diangkat jika ikan sudah masuk perangkap. Seperti itulah cara yang paling mudah bagi kami dan selalu kami lakukan.

READ  Rapat Dengan Subdit SD Kemendikbud

Selain sungainya memang kecil sehingga ikan menjadi terbatas bergerak kesana kemari, mengganggu ikan dari arah hilir juga menyebabkan ikan akan lebih mudah tertangkap karena lelah saat berlari ke arah hulu.

Via artimimpi-az.com
Via artimimpi-az.com

Kegiatan itu terus kami lakukan sambil menyisir sungai. Dan beberapa waktu kemudian, kami telah sampai di bendungan.

Ada satu cara lagi untuk menangkap ikan yang biasanya kami gunakan dulu disaat main ke sawah. Yaitu dengan menutup sementara tempat keluar masuknya air yang mengalir pada sungai kecil tadi.

Via pijarankayla.blogspot.com
Via pijarankayla.blogspot.com

Dengan begitu airnya menjadi terhambat. Perlahan sungai kecil tersebut kekurangan air hingga hampir tidak ada air sama sekali. Hanya di beberapa tempat yang agak sedikit dalam ada beberapa kubangan kecil.

Disaat inilah kami bisa benar-benar mulai memanen ikan dari sungai kecil ini. Air yang menjadi kurang sebelum saatnya tiba membuat ikan yang tadi lolos dari jaring kami tidak siap untuk bersembunyi seperti saat di luar musim panen.

Via plus.google.com.
Via plus.google.com.

Dengan kami lebih mudah untuk mengambil ikan-ikan yang malang tersebut untuk kami masukkan kedalam penampungan ikan sebelum kami bawa pulang. Cara yang begitu tradisional dan tidak memerlukan obat ikan atau penyetrum ikan untuk mendapatkan hasil maksimal.

Tentunya cara ini juga karena didukung oleh keadaan alam dimana polusi air saat itu di desa kami masih sangat rendah intensitasnya.

Namun cara ini juga harus kami lakukan secara hati-hati dimana jika saat kami menyumbat aliran air, itu harus dilakukan di waktu yang tepat dan juga singkat. Karena jika tidak akan segera disadari oleh pengawas air yang biasanya memonitor dan membagi air yang mengalir ini ke tempat-tempat yang seharusnya teraliri.

READ  Menerobos Kabut Belerang Kawah Ijen

Seusai kami cukup puas dengan hasil ikan yang kami peroleh, kami segera membuka lagi bendungan yang tersumbat tadi agar air kembali pada jalurnya seperti semula.

Mandi di Bendungan

mandi di sungai
Via pbs.twimg.com.

Setelah itu ada hal lagi yang tak akan lupa juga untuk kami lakukan jika sudah sampai kesana. Mandi di bendungan sawah. Kami segera melepas pakaian atas kami dan langsung masuk ke dalam air. Loncat dari atas bendungan ke pancuran air yang berada dibawah bendungan juga menjadi keasikan sendiri.

Mandi di bendungan seperti ini juga harus punya kemampuan berenang atau setidaknya kaki yang kuat untuk menahan aliran air yang deras, kalau tidak bisa terseret sampai beberapa meter ke belakang.

Via artimimpi-az.com
Via anton.nawalapatra.com

Sampai matahari sudah mulai dekat di titik menghilangnya, baru kami berkemas dan pulang. Dengan perasaan riang gembira, tubuh segar sehabis mandi dan juga membawa oleh-oleh ikan yang cukup banyak sebagai lauk nanti malam. Menambah rasa semangat untuk sampai dirumah.

Tinggalkan Pesan di Kolom Komentar

%d bloggers like this: